part 1

149 10 28
                                        

27

"hana dul set..... hana dul set...hana dul set" hitungan sang pelatih mulai bergema sejak pagi memimpin anak didiknya untuk berlatih "ya!! min na bil!! apa kau tidak bisa menyeimbangkan tubuh mu?"

"baik coach..." jawab nabil dengan nada pasrah dengan teguran sang pelatih

"aigoo... kau harus berusah lebih giat lagi na bil!"

"ne..."

"baik semuanya... kembali fokus pada latihan"

"aaawwwkhh"

"wae? kau terjatuh lagi na bil?"

"gwaenchana coach.... kaki ku tidak apa apa"

"tidak apa apa??? apa kau tau bahwa seorang dancer itu harus menjaga kakinya? kau ikut aku ke kantor sekarang!"

"ne"

na bil mulai mengikuti sang pelatih dari belakang dan mempersiapkan diri untuk menerima kemarahan sang pelatih.

"duduk lah" ujar sang pelatih yang memberikan na bil sebuah kursi dengan cara ditendang

"ne coach..."

"aku ingin bertanya padamu na bil, apa sebenarnya kau berniat untuk menjadi dancer atau tidak? aku akui kau memang bagus beberapa tahun lalu. tapi sekarang kemana dirimu yang dulu? aigoo...lihatlah! kau tidak bisa lagi menjaga keseimbangan mu bahkan menjaga berat badan mu!"

na bil hanya dapat terdiam tak berkutit di handapan sang pelatih yang terus memarahinya

"na bil... kalau seperti ini terus, aku akan berbicara pada bibi mu"

"ah... jangan coach, aku akan berusaha lebih giat" jawab na bil yang mulai bergerak dari kebisuannya

"akh... oke, aku akan memberikan kesempatan padamu! jika kau tidak ada perubahan! aku tidak akan mengikut sertakan mu dalam kompetisi! Pikirkan baik baik! Waktu mu 5 hari lagi menuju kompetisi itu"

"ne coach..."

"baiklah, kau bisa keluar"

______

26

"NA BIL..!!! BANGUN!!! KAU FIKIR SEKOLAH PUNYA MU SEHINGGA KAU BISA DATANG SESUKAMU??"

"ne...." jawab na bil yang mencoba bangun dari tidurnya.

memang,triakan sang bibi nya bisa mengalah kan kekuatan daya tarik gravitasi di atas tempat tidur miliknya.
na bil mulai membereskan dirinya agar segera berangkat menuju sekolahnya.

--

"aku pergi bi..." jelasnya sambil memakai sepatu sekolah miliknya

"ne, tapi bil... aku minta kau untuk melihat abu kedua orang tua mu. kau sudah lama tidak melihatnya bukan?"

"ne... aku pergi.."

______

perjalanan na bil menuju sekolah selalu ia tempuh dengan berjalan kaki, karna jarak sekolah dengan rumahnya tidak terlalu jauh. sebelum na bil melanjutkan perjalanan menuju sekolahnya, ia berhenti di sebuah apotik yang juga searah dengan jalan menuju sekolah miliknya.

"anyeong...." ucap nabil setiba di depan pintu masuk apotik

"oh hai na bil..."

"anyeong ahjussi...”

“aku tau maksud kedatangan mu.ini, ambilah.. kau ingin membeli estazolam ini bukan”

“ne... ini uangnya paman”

EstazolamStories to obsess over. Discover now