Officially We're Date

841 44 0
                                    

Please Give Your Star For This Story. Thank you
Jangan lupa baca tiga cerita lainnya yang aku buat....

Acara telah selesai. Violet segera melangkah menuju sofa dan duduk disana. Dia meminum air minum. Kini dia tengah sendirian di ruang rias karena semuanya pada berkumpul.

CEKLEK

Violet memutar kepalanya dan dia melototkan matanya. Dia menatap Troye yang masuk dan berjalan mendekatinya. Violet bangun dari duduknya dan menatap Troye yang berjalan diam kearahnya

Tanpa aba aba, Troye menarik Violet keluar. Troye menariknya menuju luar taman yang berada di belakang panggung. Pantesan saja Troye bisa masuk karena memang mereka melakukan acaranya di luar, bukan didalam ruangan

Troye melepaskan tangannya di lengan Violet. Troye menatap Violet dengan pandangan aneh

"Ke-Kenapa?" Tanya gugup Violet ditatap begitu oleh Troye

Troye tiba tiba memeluk tubuh Violet. Violet membulatkan matanya dan badannya terasa kaku saat Troye memeluknya. Troye menggelamkan kepalanya di leher Violet yang terpampang karena rambutnya diikat

Violet merasa geli saat nafas Troye menerpa lehernya. Troye melepaskan pelukkannya dan menatap Violet

"Kenapa kamu berpakaian seperti ini?" Tanya Troye dengan datarnya

"Kenapa? Kamu nggak lihat? Aku sedang pentas tadi" ucap Violet menjelaskan

"Tapi kenapa harus berpakaian terbuka seperti ini?" Tanya Troye menatap baju yang dikenakan

Memang baju yang dikenakan adalah tanktop warna putih yang terlihat perutnya setengah, celana pendek yang membuat Troye tampak seksi

"Apa? Memang seperti ini. Yang lainnya malah lebih terbuka daripada aku" jawab Violet kesal

Troye menarik cepat Violet ke dekapannya. Violet diam dan bingung karena sikap Troye yang menurutnya aneh

"Kamu jangan berpakaian seperti ini lagi" ucap Troye lemah

"Kamu tahu? Semua lelaki memandangmu" lanjut Troye, Violet diam mendengarkan

"Aku nggak suka mereka melihatmu dan memanggil namamu dengan kerasnya. Kamu itu punyaku, kekasihku, dan hanya aku yang boleh melihatmu dengan pakaian ini"

Jantung Violet berdetak dengan cepat karena ucapan Troye. Troye sangat cemburu kali ini. Terlihat dari keposesifannya sekarang. Violet merasa dadanya sesak dengan rasa bahagia yang melambung tinggi. Perutnya seperti tergelitik dengan kupu kupu yang bertebangan

"Jangan pernah kayak gini lagi" ucap Troye melepaskan pelukkannya. Violet tanpa sadar mengangguk

Troye meletakkan telapak tangannya ke pipi Violet dan membingkai wajah Violet dengan lembut. Perlahan dia mendekatkan kepalanya dan dia mencium bibir Violet

Violet memejamkan matanya merasakan bibir Troye menyentuh bibirnya. Sengatan listrik terasa di bibirnya dan tubuhnya

Troye mulai menggerakkan bibirnya dan Violet membalasnya. Ciuman lembut dan penuh perasaan telah mereka lakukan. Ciuman yang sangat berbeda dari ciuman lainnya.

Troye mulai memagutnya dengan cepat seperti dia sedang menghisap nikotin. Rasa bibir Violet seperti candu baginya yang terus membuatnya ketagihan. Violet tampak membalas dengan cepat juga, rasa senang dan cintanya dia limpahkan ke ciuman mereka

Troye menjauhkan kepalanya saat mereka berdua membutuhkan oxygen untuk bernafas. Troye masih meletakkan tangannya di pipi Violet yang pipinya tampak memerah dengan nafas yang berburu. Troye menaikkan sedikit wajah yang sedikit tertunduk itu dan menatap manik mata indah Violet

BlouerryTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang