Jam sudah menunjukan pukul 6 sore tetapi Elle masih saja berkutat dengan project nya. Ia masih berkonsentrasi mengerjakan pekerjaannya yang sangat menguras tenaga juga otaknya. Padahal ia sudah mengerjakan project ini sedari tadi pagi hingga ia melewatkan jam makan siangnya demi menyelesaikan project tersebut.
"Elle! Lo ga balik? Udah jam 6, masa iya lo mau lembur lagi sih? Ini aja udah lewat jam pulang." Merasa ada yang menyebut namanya, Elle pun mendongakan kepalanya dari work station miliknya kepada orang yang tadi memanggilnya.
"Belum kelar, Ji. Lo kalo mau balik duluan aja, gue gampang nanti balik pake ojek online aja. Ini gue masih picking horizon*." Jawab Elle dengan sedikit lesu.
"Yaudah sih lanjut besok aja. Lagian itu project bary dikasih Bos seminggu kemaren kan? Santai aja Beb, gue aja belum sampe picking kaya lo kok." Elle menghembuskan nafasnya dengan lesu, jelas sekali jika Elle sangat lelah saat ini.
"Iya deh kalo gitu. Gue nebeng balik ya sampe apartemen." Elle kemudian menutup project nya tersebut kemudian merapikan semua barang-barangnya yang ada di mejanya.
"Nah gitu dong nurut. Kita makan dulua ya, gue laper hehe.." Ujar Aji sambil membantu Elle merapikan barang-barangnya tersebut.
"Iya cerewet! Huh." Elle sedikit kesal kenapa bisa ia memiliki teman -atau lebih tepatnya sahabat yang sangat cerewet seperti Aji.
Aji dan Elle memang sahabat baik. Mereka sudah berteman sejak duduk di bangku kuliah hingga sekarang mereka sama-sama bekerja di perusahaan yang sama. Entah jodoh atau bagaimana yang pasti Aji dan Elle seperti dua sejoli yang tidak terpisahkan. Dimana ada elle disitu ada Aji, begitu pula sebaliknya. Tapi hubungan mereka berdua hanya sebatas teman, tidak lebih. Menurut Aji, Elle sudah seperti adiknya sendiri. Lagipula Elle memiliki standar pria yang lumayan tinggi jadi Aji lebih baik menjadi sahabatnya daripada menjadi kekasihnya.
"Elle.", panggil Aji saat mereka masuk ke dalam mobil.
"Hmm.." Elle hanya menjawab dengan gumaman.
"Kapan lo nikah? Umur lo udah 24 tahun. Katanya dulu mau nikah sebelum umur 25 tahun, ini tinggal 4 bulan lagi lo berumur 25. Jadi kapan? Jangan kebanyakan mainan sama peliharaan lo itu." Elle memutar kedua bola matanya mendengar pertanyaan konyok dari Aji.
"Nanti kalo gue udah nemu cowok yang ganteng, mapan, pinter, sukses, mateng, dan yang pasti seiman sama gue! Udah deh, lo niat anter gue balik gak si?" Jawab Elle sedikit sensi dengan pertanyaan tersebut. Aji hanya tertawa terbahak-bahak melihat respon sahabatnya ini. "Buruan anter gue balik! Malah ketawa mulu lo!"
"Iya incess, siap!" Kemudian mobil yang dikendarai Aji pun pergi meninggalkan tempat parkir kantornya tersebut.
***
*picking horizon: picking yang dilakukan dalam pekerjaan interpretasi data seismik dengan memperhatikan keteraturan kenampakan refleksi dan biasanya puncak formasi yang potensial.
HAI! Sesuai janji yang tadi kalo Ken bakal publish cerita baru lagi yang kali ini ceritanya agak beda dari MINE! hehehehe.. Semoga pada suka yaaa... Ditunggu vote dan komennya, maaciiww :*
YOU ARE READING
Beautiful Lie
RomanceBeberapa orang beranggapan jika berbohong untuk kebaikan itu tidak apa-apa. Tetapi itu tetap saja kebohongan bukan? Sekalipun itu untuk hal yang dianggap baik ataupun tidak. Dan satu hal yang paling dibenci di duania oleh Elleanor ialah kebohongan. ...
