Prolog

67 3 3
                                        

"Semua orang tahu kamu marah,  tapi kami ga nyangka kamu bener-bener ninggalin semuanya."

Raka menatap Nadia yang masih menempelkan pipinya ke kaca bus, masih tidak mau menatap kepadanya.

Bus berjalan dengan tenang,  diluar senja sedang menampilkan warna terbaiknya.

Nadia tidak menanggapi, setelah semua yang terjadi haruskah dia menanggapi ucapan Raka?

"Selama 5 tahun kami selalu berusaha buat nyari kamu,  Mira selalu bilang kalo kamu bakal balik, Mira yakin.  Dan dia yang selalu yakinin kami buat terus nyari kamu, meskipun kami ga pernah nemuin petunjuk apapun tentang kamu"

"Saya ga pernah minta kamu dan yang lainnya buat cari saya."
Nadia menyerah,  meskipun matanya tetap mengarah ke arah senja yang mulai menggelap.

"Sebegitu asingnya ya aku buat kamu Nad?" Raka tersenyum miris.

"Saya kembali, tapi saya tidak mau membawa masa lalu lagi kali ini."

Kali ini, dia membalikkan wajahnya,  menatap mata kecoklatan milik Raka,
Mata yang dulu selalu membuatnya tersenyum,  mata orang yang dulu sangat di percayainya.

"Kalo gitu tolong pertimbangkan aku buat jadi bagian masa sekarang dan masa depan kamu"

"Tolong Nad, aku mau kamu berdamai sama masa lalu. Aku mau kita mulai lagi dari awal"

Yayımlanan bölümlerin sonuna geldiniz.

⏰ Son güncelleme: Aug 13, 2017 ⏰

Yeni bölümlerden haberdar olmak için bu hikayeyi Kütüphanenize ekleyin!

I FOUND YOUHikayelerin yaşadığı yer. Şimdi keşfedin