1. New School?

290 18 4
                                        

Lagi dan lagi, gadis berambut sebahu agak pirang ini harus di dampingi oleh rasa gugup. Baru saja ia melangkahkan kaki menuju gerbang saja sudah gemetaran, seperti baru pertama kali merasakan sekolah.

Belum lagi pandangan banyak siswa akan kehadirannya seolah orang asing membuat gadis pemilik mata berwarna cokelat ini risih.

Ia memperhatikan papan yang bertengger luas di atas gerbang sekolah dengan sangat lekat.

WELCOME TO SMA SEROJA JAKARTA

Adriana Faradella panggil saja Fara. Hari ini hari pertama Fara harus pindah ke sekolah barunya. Pindahan dari SMA Cendrawasih Bandung ke SMA Seroja Jakarta.

Dengan sangat terpaksa, Fara menerima keputusan untuk meninggalkan sekolah lamanya demi menuruti kemauan sang Ibunda.

6 tahun sudah berlalu, hidup tanpa kasih sayang kedua orangtua sangat sulit bagi seorang Fara. Namun, hal itu sudah terbiasa baginya oleh sebab itulah membuatnya membangun kepribadian yang mandiri.

Terkadang Fara berfikir, uang tidak dibawa mati. Namun, mengapa kedua orangtuanya justru terfokus kepada uang dan uang hingga putri kecilnya malah harus tinggal bersama orang lain karena tidak ada waktu luang untuk merawatnya.

Sungguh menyebalkan.

Tiba - tiba,

"Dooor!! Melamun aja, mikirin apaan lo?" kejut seorang lelaki yang tubuhnya lebih tinggi dari Fara. Laki - laki itu menepuk pundak Fara dari arah belakang sontak membuat Fara terkejut.

"Astagfiraullah, bang Iyan! Ish lo itu nyebelin banget sih, ngagetin tau! Kalau tiba - tiba gue jantungan gimana?" omel Fara menatap laki - laki yang bernama Aldrian itu dengan tajam sambil mengelus - elus dadanya.

Aldrian Faradehan Pratama, kakak laki - laki Fara yang hanya beda 1 tahun darinya bahkan sekarang satu sekolah dengannya.

"Abisnya lo gue panggil - panggil gak nyahut - nyahut!" balas Aldrian tidak mau kalah.

Fara memutar bola matanya malas.

Aldrian mengacak - acak rambut sebahu Fara yang digerai itu menjadi berantakkan.

"Aldrian!" seru Fara menjauhkan rambutnya dari tangan Aldrian.

Aldrian hanya menyengir lebar.

"Gausah sentuh - sentuh rambut gue deh! Berantakkan nih," omel Fara membetulkan kembali rambutnya agar terlihat rapih seperti semula.

"Yaudah sih maaf," kata Aldrian memasang mimik wajah melas sembari membantu merapihkan rambut Fara.

"Masuk yuk, 10 menit lagi bel sekalian gue antar lo ke ruang kepsek," ajak Aldrian tanpa ba-bi-bu langsung merangkul Fara.

"Bang! Malu tau banyak yang ngeliatin!" bisik Fara sesekali berusaha melepaskan rangkulan tangan kekar Aldrian.

Aldrian melirik sekitar, memang benar banyak siswa - siswi menatap mereka dengan tatapan memuja terutama kepada Aldrian yang ngakunya most wanted guy SMA Seroja.

"Kalau tiba - tiba gue dibully gegara deket - deket sama lo gimana? Ish gue tuh gamau cari masalah bang!" oceh Fara mengerucutkan bibirnya membuat Aldrian sangat gemas.

Aldrian mencubit pipi Fara dengan posisi masih merangkul Fara.

"Kalau sampai ada yang nyakitin lo, suruh tuh orang samperin gue biar gue abisin sampe kapok!"

Fara menatap kakaknya bergelidik ngeri, "Sok gaya lo!"

Tiba - tiba langkah Aldrian terhenti membuat langkah Fara ikut berhenti.

RAVINDRATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang