Nial berjalan gontai menyisir tepi pantai berpayungkan cakrawala yang sudah ditelan kelamnya malam. Tidak ada yang bisa ia dapatkan selain deburan ombak yang berseru-seru dan riuhnya angin malam yang dapat membuatnya membeku.
Malam di musim penghujan ini sungguh menusuk kulit hingga ke tulang-tulang, tapi Nial tak peduli.
Ia hanya butuh ketenangan.
Ia butuh pelarian.
Ia hanya ingin melupakan hari ini. Hari di mana ia harus menyerah. Hari di mana ia harus berhenti ...
... mencintai cinta.
🍁🍁🍁
YOU ARE READING
LOVING LOVA
Teen Fiction"Selagi batu nisan belum berdiri, nggak bakal pernah ada kata menyerah di kamus gue! Fighting!" Bagi seorang Danial Ibra Januar, mengejar cinta Lovarin Fedrya adalah hal yang harus ia perjuangkan sampai mati. Walau badai menghadang, rintangan memben...
