01 ㅡ cowok。

263 9 3
                                        

"Kring kring kring!" alarm ku berdering tajam ke telingaku. Aku lantas bangun dari tidur selepas membuka mataku yang semakin membesar, kaget. Aku tutup alarm ku, lalu mengusap-usap telinga kananku yang sakit.

"Hahhh... cepet banget sih malam..." gumamku, selepas streching lenganku. Aku mengambil nafas dalam-dalam, "ahh! Aku capek!!" Aku lepaskan semua depresi, marah dan kegelisahanku yang aku udah pendam di lubuk hatiku. Sungguh apa yang ku bilang tadi, aku emang bener bener capek.

Setelah merasa lebih lega, aku berdiri dan ambil handuk lalu masuk ke bilik mandi. Aku pake baju seragam sekolah SMA yang udah aku seterikain kelmarin. Abis itu, aku ambil tas sekolah ku dan menuju turun dari tangga.

Aku buka kulkas, ambil sekeping roti nutella favoritku. 'Aku makan roti ini masa rehat aja deh' aku berniat ke hatiku. Aku dari orang yang sederhana tapi nampak miskin sihh..aku jarang makan soalnya, maka dari itu aku langsing(kurus kering).

Aku pandang sekilas ke ayahku yang lagi enakan tidur di atas sofa. Dia mabuk abis minum, malangnya. Aku menghela nafas sebelum keluar dari rumah, berangkat ke sekolah.

***

Aku jalan kaki menuju ke sekolah. Rumahku nggak begitu jauh dari sekolah jadi aku jalan aja, lagipun aku bisa hemat uang.

Aku ngeliat jam tangan ku yang menunjukkan udah pukul 6:47 pagi.

Saat itu, aku ngerasa ada angin menghembus ke arah ku. Kepala ku bertemu ke atas langit dan melihat matahari yang nggak lama lagi naik. Aku berhenti melangkah dan menikmati suasana alam untuk seketika.

Aku harap aku jadi awan, aku mau menjelajahi dunia.

Aku harap aku jadi langit, aku mau berada di atas dunia.

Aku harap aku jadi matahari, aku mau menyinari semua makhluk di dunia ini dengan cahayaku yang terang.

Aku harap...

...aku jadi apa aja, tapi ini.

*
*
*

"Selamat pagi anak-anak, " Pak Dani, guruku, mengucapkan selamat pagi kepada kelas. Kami semua bangkit dari duduk.

"Selamat pagi pak," Kelas menjawab dengan suara yang membelai, aku sama sekali tidak suka nada itu. Jijik! Pak Dani mengarahkan kita duduk dan memberitahu sesuatu didepan kelas, entah aku nda tau tentang apa karna aku nggak ada mood mau mendengarnya.

Hidupku ini seperti di penjara dengan orang yang jahat didalamnya.

Orang yang jahat itu pembuli aku yang pastinya. Mereka bahkan memukulku hingga meninggalkan bekas di kulitku. Aku kan nggak pernah ngelakuin yang salah terhadap mereka.

Saat aku masih sibuk dengan pikiranku sendiri, seorang pelajar yang aku tidak kenali, masuk. Ada cowok masuk ke kelas.

▪▪▪▪▪▪▪

Gimana dengan ceritanya? (Komen komen komen pls)

Jangan lupa ngevote dengan cara; ketik bintang di bawah ini;)



Happy ending.Onde histórias criam vida. Descubra agora