Ilyana Sofia, Cewek berambut panjang hitam kecoklatan itu tengah menunduk dalam mencoba menghindari sengatan panas matahari yang seperti menguliti dirinya tetapi tetap saja keringatnya mengalir bagai sumber mata air yang tak ada habisnya.
Fia, nama panggilannya, sudah berulang kali menghela napas lelah. Kakinya sudah seperti jelly. Lemas tanpa tenaga. Bukan tanpa alasan Fia berdiri di tengah lapangan kini. Semua karena keterlambatannya tadi pagi. Baru 2 hari masuk sekolah tapi sudah terlambat? Habislah dirinya terkena kata-kata mutiara Pak Sholeh, guru Tatib di Sekolah Mutiara Harapan.
Fia melirik orang disampingnya melalui ekor matanya. Seorang cowok yang Fia tau dari teman-teman barunya itu terkenal akan kedisiplinannya juga kecerdasannya. Tapi ternyata bisa juga terlambat? Ya iyalah dia juga manusia kali Fi! Batin Fia dan tanpa sadar terkekeh geli akibat pikirannya itu.
Ya Tuhan... Berapa lama la- "Allahuakbar!!" Seru Fia cukup kencang.
Belum selesai dirinya menyelesaikan gerutuannya dalam hati. Cewek itu dibuat kaget dan melongo dengan orang di sampinya itu.
Cowok bernama Dega Asyafa Nardi yang Fia ketahui namanya dari Wulan,teman dekatnya itu kemarin jatuh tersungkur di depannya tidak sadarkan diri.
Gila!!! Dimana-mana kalau siswa dan siswi yang dihukum pasti siswinya yang pingsan terus digendong dengan romantis ke UKS bukan sebaliknya!!. Jerit Fia dalam batinnya.
Fia mengedarkan pandangannya ke sekeliling tapi tidak melihat ada satu orang pun. Tidak mungkin dia harus berteriak seperti orang gila. Karena kenyataanya lapangan tempat dia berdiri jauh dari kelas ataupun ruang guru. Cewek berparas mungil itu menggigit bibir tipisnya karena bingung. Kaki dan tangannya jangan di tanya bagaimana keadaannya. Sudah pasti gemetar begitu hebat. Dia takut,bingung juga khawatir. Semua campur aduk. Oh please!. Jeritnya dalam hati.
"Oke Fia... Lo harus tenang dan cari solusi!" Berulang kali Fia menarik napas dan menghembuskannya kembali demi menetralkan detak jantungnya sekarang.
"Pak Satpam!!" Teriaknya histeris menemukan ide. Dia harus mencari pak satpam untuk membawa Dega ke ruang UKS. Tetapi setelah melihat keadaan cowok itu yang cukup mengenaskan. Fia sampai meringis melihatnya.
Mau tidak mau ini harus dilakukan Fia. Memapahnya lalu membawanya ke UKS. Ya semoga cukup mudah. Batin Fia berharap.
Fia mulai menarik tangan kanan Dega dan menaruhnya di bahunya. Dan mulai menarik Dega berdiri.
" Ya.. Tuhan... Berat lo 11 12 sama gajahhh!!!" Jeritnya tertahan karena menahan badan Dega yang lebih besar darinya agar tetap berdiri.
"Kuatkanlah Hamba Ya Tuhan...!!"
Fia benar-benar ingin mengutuk kesialannya hari ini. Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Benar-benar peribahasa yang pas untuk Fia sekarang.
🌻
Semoga suka 😊
