0.0 prolog

18 1 0
                                        

Zahrine memasukan semua pakaian dan barang pribadinya ke koper putih berpolet hitam yang berada di hadapannya.
Sekitar beberapa jam lagi ia akan memulai kehidupan barunya di bandung, ia akan berhadapan dengan suasana rumah baru, sekolah baru, juga teman teman baru.
Zahrine menyeret kedua kopernya, dengan langkah pelan namun pasti ia berjalan menuju ke halaman rumah. Sekitar beberapa jam yang lalu zahrine dan zalvan diminta oleh kedua orangtuanya untuk tinggal bersama omanya di bandung.
Dikarenakan kesibukan kedua orang tuanya yang hampir setiap hari disibukan oleh pekerjaan, bahkan mereka kadang pulang kerumah hanya satu kali dalam sebulan, jadi kedua orang tuanya memutuskan untuk Menitipkan putra dan putrinya ke rumah sang oma, setidaknya disana mereka mendapat pengawasan dari sang oma. Kedua orangtua mereka hanya takut putra putri nya terjerumus pada pergaulan yang negatif.

"Abangg buruann" teriak zahrine yang sedari tadi sudah stay di dalam mobil.
Sebenarnya zahrine sangat malas bersosialisasi dengan orang baru, ya tapi mau tidak mau dirinya harus menuruti kemauan kedua orang tuanya.
Zalvan duduk di sebelah kanan zahrine dengan wajah Yang datar "berisik amat si lo" ucapnya dengan tatapan menyamping ke arah jendela mobil.
"ga ada yang ketinggalan kan rin, van?" ucap theresa yang baru mendudukan tubuhnya di sebelah jhonson.
"engga" ucap zahrine dan zalvan bersamaan.

awan mendung disertai rintikan kecil air yang turun, membasahi kota bandung , zahrine menyumpal satu telinganya dengan earphone yang ia pasangkan dari ponsel miliknya, tangannya memeluk erat boneka kecil teddy bear kesayangannya.
kini mobil sudah terparkir di halaman rumah yang cukup luas. Menampakkan sebuah rumah yang besar dan mewah.
Zahrine menginjakan kedua kakinya di halaman rumah yang telah basah karena terkena rintikan hujan.
Kepalan tangan jhonson mengetuk pelan pintu bernuansa coklat jati yang ada di hadapannya.
Pintu terbuka menampakkan sosok wanita dengan daster di bawah lutut juga handuk kecil yang ia lilitkan di pundaknya.
Tak salah lagi itu adalah bi suti pembantu rumah tangga yang sudah cukup lama bekerja dengan omanya.
"tuan nyonya, kalian sudah sampai, oma sudah dari tadi menunggu kedatangan kalian" ucap bi suti dengan logat sunda khasnya.
Theresa dan johnson masuk ke dalam rumah di susul oleh zahrine dan zalvan.

"Kalian, jaga diri ya, mama sama papa bakal sering sering deh nengokin kalian, sekolah yang bener, van jaga adek kamu ya." ucap theresa sambil mengusap lembut puncak kepala kedua anaknya.
"ya udah, papa sama mama pergi ya, kalian jangan nyusahin oma." johnson menyusul ucapan theresa.

WindCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang