Hari ini tepat pembagian rapor dan merupakan hari terakhir sekolah di kelas XI. Ada waktu satu bulan untuk kembali bersekolah sebagai kelas XII dan siap menghadapi segala ujian di kelas XII. Keempat perempuan yang telah bersahabat dari kecil itu kini sedang berkumpul di rumah salah satunya untuk merayakan nilai keempatnya yang memang naik.
Semuanya tiduran terlentang di atas karpet dengan ponsel di tangan masing-masing. Suasana sunyi, hanya suara-suara dari ponsel masing-masing yang terdengar. Hingga sebuah percakapan muncul ke permukaan.
"Kalian tau gak? Ini udah seminggu gue jomblo." Gadis itu telah menegakan tubuhnya, tidak lagi dalam posisi tiduran. Kini tiga pasang mata mengarah padanya dengan berbagai tatapan. Tiga detik kemudian barang-barang terbang ke arahnya.
"Alay banget anjir lo, nih ya Cyra-ku sayang gue kasih tau, gue udah mau 2 tahun jomblo loh." Divi bersungut kesal.
"Lo juga sama aja anjir, gue udah otw 4 tahun jomblo nyet." Oca ikut sebal gara-gara sahabat-sahabatnya itu
Cyra hanya terkekeh mendengar protes dari sahabat-sahabatnya.
"Tapi gue baru ngerasa, kalo jomblo tuh ternyata lebih enak dibanding punya pacar."
"Alah bullshit, gue jamin nih ya lo gak bakalan tahan jadi jomblo, dua minggu lagi juga lo bakal ngeluh." Divi sekarang ikut merubah posisinya menjadi duduk.
"Enak aja lo." Cyra tidak terima
"Ok kalo lo ngerasa bakalan kuat, gue mau ngasih challenge buat lo." Divi tersenyum sok misterius.
"Challenge apaan?" Cyra mengerutkan keningnya diikuti dengan tatapan penasaran yang lainnya.
"Challengenya adalah, lo harus jomblo sampe sebulan setelah masuk sekolah."
Cyra tersenyum meremehkan "Alah, gitu doang mah kecil. Sebulan sampe masuk sekolah kan? Masuk sekolah tanggal 17 Juli, berarti cuman sampe 17 Agustus dong ya?" Cyra bertanya memastikan, dan di jawab oleh anggukan Oca.
"Terus, kalo gagal hukumannya apa?" Sedari tadi diam akhirnya Ayla mengeluarkan suaranya.
"Kalo Cyra gagal dia harus ngasih kita apapun yang kita mau, gimana?"
Cyra tampak berpikir, kemudian kembali berkata.
"Kalian tuh kalo mau suka muluk-muluk, jadi gue minta permintaannya jangan yang aneh-aneh."
Kini giliran Divi, Oca dan Ayla yang berpikir. Hingga akhirnya mereka serempak mengangguk.
"Tapi, gue gak terima kalo cuma gue yang dapet challenge, kalian semua juga harus dapet dong." Ucap Cyra tidak terima.
Ayla menghela nafasnya. "Oke, gue harus ngapain?"
"Ayla, lo harus mutusin cowok-cowok lo dan sisain satu. Waktu lo sama kayak gue, sebulan setelah masuk sekolah. Tapi, waktu nya di bagi-bagi buat mutusin cowok-cowok lo 2 minggu, dan sisanya lo harus tahan setia sama satu cowok, gimana?" Cyra tersenyum licik. Dia sangat tahu Ayla sangat sulit untuk setia.
"Kalo gagal?"
"Kalo gagal, lo harus traktir kita semua makanan sepuasnya, ok?"
"Ok, deal." Ayla mengangguk pasti.
"Nah, buat Oca. Karena lo kelamaan jomblo. Gue tantang lo buat punya pacar dalam waktu yang sama kayak gue, gimana?"
"Dih, ogah ya gue. Lagian yang lama jomblo kan bukan cuman gue, Divi juga lama tuh." Oca tidak terima.
"Tapi lo lebih lama dari gue ya Ca." Divi membela diri.
"Iya, masa jomblo lo lebih lama dari Divi. Lagian, kalian gak tau kan kalo Divi sekarang lagi deket sama senior di sekolah kalian?"
"Lah, emang iya Div?" Oca dan Ayla berucap bersamaan. Oca, Ayla, dan Divi memang satu sekolah, sedangkan Cyra berbeda sekolah.
Divi hanya mengedikkan bahunya sekilas ke arah Oca dan Ayla, kemudian melotot ke arah Cyra.
"Iya, Divi lagi deket sama Kak Rivandra. Jadi challenge buat Divi adalah, lo harus bisa jadian sama Kak Rivan dalam waktu yang sama kaya gue dan Ayla. Nah kalo lo gagal, lo harus ngasih barang lo ke kita."
"Barang apaan?" Divi bingung.
"Ya barang apa aja punya lo, yang kita mau pastinya." Cyra menyeringai, Divi memang yang paling apik diantara mereka semua, sangat jarang Divi memberi bahkan meminjamkan barangnya pada yang lain.
"Udah gue duga. Oke gue terima." Divi mengangguk pasrah.
"Nah, gue udah, Ayla udah, Divi udah. Sekarang tinggal lo Ca. Pokoknya lo harus punya pacar. Gue tambah deh waktunya, sampe hari ulang tahun lo, gimana?"
"Kalo gue gak bisa?"
"Kalo gak bisa, lo harus ngasih kado-kado lo buat kita ditambah ngerjain tugas kita sampe akhir September, gimana?"
"Tuh Ca, lagian waktu lo lebih banyak dari kita semua, bahkan dari gue padahal kita sama-sama nyari pacar." Divi meyakinkan.
"Ok." Dengan ragu Oca mengangguk.
"Challenge starts now!"
-.
Hai! Cerita baru! Yay! Do'ain aja semoga cerita ini tidak berakhir seperti cerita-cerita lainnya (baca : terbengkalai, dan unpublish). Do'ain juga, semoga aku rajin update teen fiction ini, semoga aku konsisten buat nulis ini yaaa. Maaf untuk typo(s) dan kesalahan lainnya! Love ya!
18:51 12/07/2017
need.a
YOU ARE READING
Haikosa
Teen FictionEikosa adalah salah satu dari sekian juta gadis naif yang ada di dunia. Terjebak friendzone berkali-kali, dan gagal move on berkali-kali pula. Lukanya akan sembuh oleh orang yang akan kembali menorehkan luka baru dan berujung dengan gagal melupakan...
