Note
Bukankah tidak ada hal yang lebih memalukan dibandingkan harus menjilat ludah sendiri? Semua orang menganggapnya sebagai pantangan, termasuk aku.
Namun, kembali lagi pada fakta bahwa manusia adalah makhluk yang hanya bisa berencana. Selebihnya, biarkan Tuhan yang menentukan segalanya. Termasuk perasaan yang tak bisa kukendalikan ini.
Dalam benakku, dulu aku pernah berjanji .. serta bertekad untuk tidak jatuh cinta lagi. Terutama sejak kepergian Kak Raffa.
Namun kini segala yang harus kupertahankan, tiba-tiba lenyap dalam sekejap mata atas perasaan abstrak yang mereka--orang--sebut cinta. Mungkin ini salah, bisa jadi bukan cinta, .. hanya perasaan lain yang serupa dengannya. Karena ngomong soal cinta, aku sedikit geli saat mengatakannya.
Aku bukanlah perempuan penghamba cinta dan segala yang ada padanya. Aku tetaplah Raina, perempuan yang membenci kediktatoran seorang Arsa, sosok yang tiba-tiba menjelma menjadi pangeran dengan kebebasan atas titahnya pada siapa saja.
Tapi, semua itu hanya ada pada permulaan saja. Karena waktu merubah segalanya ..
Ya.
Aku jatuh cinta pada seorang Arsanata Armadipa.
Untuk perasaan yang belum kuselami itu, aku sadar. Aku yang berjanji, aku yang mengingkari. Dan untuk tekad yang kubuat sendiri, aku juga sadar. Aku yang membuat, aku pula yang merubuhkannya. Dan sekarang aku yakin, harga diriku sudah lebih dari sekadar tak tertolong lagi.
TBC
---
Happy reading
-Al-
YOU ARE READING
Me and the Most Annoying Prince (On Going)
Teen FictionArsanata Armadipa. Cowok yang bernasib baik menjadi cucu pemilik sekolah itu punya sifat angkuh yang memuakkan. Di saat semua orang justru segan untuk sekedar menolak titahnya, akulah orang yang mentah-mentah menentangnya. Hal itu membuat keributan...
