"Adek-adek sekalian, saya blablablabla dan bla. Seterusnya gua lupa tu Kakak kelas ngomong apaan. Paling cuma inget beberapa nama senior. Selebihnya gua gak ngeh sama yang dia omongin. Gimana lagi coba? Udah dijemur di lapangan, ngebawa segala macem alat-alat aneh, ini itu harus dibawa, terus Kakak kelasnya banyak yang muka-muka songong lagi. Kalo Kakak kelasnya ganteng-ganteng kayak personil BTS, 5SOS atau 1D sih gue rela dimarahin, dicium juga gua asik aja. Lah ini? Udah muka disongong-songongin, tangan dilipet ke dada, mata udah melotot-melotot, pake bentak-bentak segala, yang kagak salah juga ikut kesembur. Kezel tau! Gua udah bawa semua yang mereka suruh, eh, ujung-ujungnya disuruh lari juga karena ditanya tentang apa yang mereka omongin dan gua lupa. Salah sendiri, pidatonya kelamaan! Ditambah ngomongnya cepet banget ngelebihin Eminem yang lagi kumur-kumur. Dan Parahnya lagi Sak, Kakak kelasnya itu-"
"Ino! Lu kalo ngomong pelan-pelan aja napa? Lu cuma napas sekali buat ngomong sepanjang itu!" Tukas Sakura si pemeran utama kita.
Haruno Sakura, anaknya Ayah Rozak- eh, Haruno Kizazhi dan Haruno Mebuki ini dibuat pasrah oleh sahabat pirangnya. Semua bermula disaat Ino yang tiba-tiba datang ke rumahnya dengan seragam yang bau apeknya naudzubillah. Tanpa basa-basi, setelah Sakura membuka pintu rumahnya, dan Ino langsung masuk ke dalam rumah lalu meminum jus yang sebelumnya berada di dalam kulkas.
Bahkan setelah menghabiskan jus tersebut, Ino masih sempat-sempatnya mengambil pizza yang berada di atas meja makan dan tanpa ragu langsung mencicipinya -dan sayangnya pizza itu sudah melewati batas kadaluarsanya.
Melihat itu, sontak Sakura langsung meraih pizza itu dari Ino. Sedangkan Ino yang makanannya diambil Sakura langsung menggeram seperti..... umm... Anjing?
"Anjir! Nyebut, No! Nyebut! Lo kenapa sih?! Gila ya lo?! Udah gak jelas gitu. Terus gimana ceritanya lo makan makanan kadaluarsa aja sampe gak nyadar!" Seru Sakura memandang Ino takut. Bagaimana tidak? Sekarang ini hari sudah mulai sore. Kalo Ino sawan, bisa habis semua sisa makanan/minuman diapartemennya.
Sayang duitnya, cuy.
Tubuh Ino membeku selama beberapa menit.
Jantung Ino berdebar.
Darahnya mulai naik ke arah kepala hingga memberikan rona merah di pipinya.
Perutnya mulai terasa aneh.
Kakinya bergetar entah kenapa.
Keringat dingin mulai membasahi dahinya.
Inikah yang namanya cinta? Oh inikah cinta?
Tentu bukan. Hidup tak seindah drama Korea yang sering memunculkan oppa-oppa rasa nano-nano. Sudahlah, itu tak ada hubungannya dengan ini. Lalu ini apa?
Inilah yang dinamakan mencret, Bung.
"BANGSAT! KENAPA LO GAK BILANG?! ASLI! ITU MAKANAN MASIH KERASA ENAK ANJIR!! LO SAHABAT GUA BUKAN SIH?!! POKOKNYA LU HARUS TERAKTIR GUA! ASDFGHJKLQWERTYUIOP! MULES PERUT GUA ANJIIIIRRRRR!!"
Sakura menatap Ino yang tengah berlari ke dalam kamar mandi dengan pandangan yang seolah berkata "Dafuq?!! I'm done with you, bitch. Fight me!".
Dan kembali lagi di waktu yang sekarang. Setelah Sakura menegur cara bicara Ino yang minta diterangkanlah, kamar Sakura sudah menjadi lebih tenang.
Sakura menghela napas lega setelah Ino sudah mulai mengatur napasnya kembali. Baju seragam Ino yang telah menjadi bangkai di pencucian pun sudah tergantikan oleh kaos hitam milik Sakura yang memang agak sempit di bagian dada Ino karena... you know lah what i mean~
"Ya udahlah No, lagian juga ini hari terakhir lo M.O.S. Hari-hari selanjutnya mungkin lo bakal lebih nyaman di sana." Gumam Sakura menenangkan Ino.
KAMU SEDANG MEMBACA
Go-chat
Humor[WPS CHALLENGE] Naruto si absurd dan sering bawa ulah. Sai si anak polos yang berusaha untuk menjadi gahoel. Neji, si blak-blakan. Shikamaru, dia kerjaannya tidur, tapi sahabat yang baik kok :') Gaara, orangnya gampang marah, tapi dia aslinya penyay...
