Part 1a - Kejutan Tak Terduga

39 8 6
                                        

Be enjoy reading

---------------------------------------------------

Tok... tok... tok...

Perlahan, mata seorang perempuan yang tengah tertidur itu terganggu oleh suara ketukan di pintu kamarnya. Ia pun melihat ke arah jam weker yang berada di atas nakas samping tempat tidur. Jam itu menujukkan tepat pukul 12.

Siapa orang yang mengganggu tidurnya di tengah malam seperti ini? Ia pun menapaki kakinya di lantai untuk membukakan pintu. Ia memutar kenop pintu dengan sebelah tangan mengucek matanya yang masih ingin tertutup. Barusaja ia membuka pintu dengan penglihatan yang masih belum jelas, begitu juga dengan nyawanya yang masih setengah di alam mimpi.

Ceklek!

Tiba-tiba beberapa orang terdekatnya berada di depan kamarnya sembari menyanyikan lagu Happy Birthday dengan semangat.

"Happy birthday to you... Happy birthday to you... Happy birthday, happy birthday... Happy birthday to you..." Semua orang yang berada di sana menyanyi dengan bahagia, terkecuali perempuan yang barusaja membuka pintu itu terkejut dengan kedua tangan menutupi mulutnya tak percaya.

"Happy Birthday, sayang," ucap seorang wanita yang sudah berkepala 4 itu dengan senyum merekah tercetak jelas di bibirnya. Wanita itu menyodorkan kue yang sedari tadi ia pegang ke arah putrinya, menyuruh putrinya untuk segera meniup lilin.

"Make a wish dulu, Al," ujar Nugi, kakak dari perempuan yang sedang berulang tahun itu mengingatkan. Perempuan yang dipanggil Al itu mengangguk, lalu meniup lilin setelah sebelumnya make a wish di dalam hati.

Semua orang yang berada di sana bertepuk tangan dengan senyum bahagia.

Setelah bergantian mengucapkan selamat ulang tahun kepada Al, semuanya berjalan menuju ruang tengah di lantai dasar. Mengobrol dengan segala pembicaraan yang dibicarakan sangat membuat perempuan yang baru saja menginjak umur 18 itu merasa sangat bahagia.

"Emangnya sekarang tanggal 27, ya?" tanyanya sedikit tak percaya. Kenapa mereka mengingatnya, bahkan ia saja tidak?

Nugi yang duduk di hadapannya segera menjitak kepala Al dengan gemas. "Lo itu punya kalender gak, sih? Ulang tahun sendiri aja lupa."

"Namanya juga manusia, lupa itu wajar. Abang juga waktu ulang tahunnya kak Cindy lupa, terus kak Cindy ngambek sampe seminggu gak mau ketemu abang, iya kan?" Al menunjukkan senyum mengejek. "Terus juga abang nyuruh aku sama Cinta buat ngebujuk kak Cindy sambil diming-imingi es krim, iya kan Cin?" Al melihat adiknya yang mengangguk lalu memperlihatkan senyum kemenangan.

"Waktu Cinta diajak jalan-jalan abang sama kak Cindy, kan, mampir dulu ke toko kado yang di pinggir toko buku itu. Katanya kak Cindy mau beli kado buat temennya, terus kak Cindy juga beliin Cinta boneka bear peach yang lucu. Pas di mobil kak Cindy bilang kayak gini 'bonekanya kurang gede ya, Cin? Nanti kakak beliin yang lebih gede kalau orang ketiga di antara kita udah peka, ya.' Kan waktu itu, di mobil cuma ada Cinta, kak Cindy sama abang. Tapi tiba-tiba kak Cindy kayak yang ngambek gitu seperjalanan pulang ke rumah." Cinta menceritakan dengan panjang lebar.

Semua orang tertawa, ada yang ditahan-tahan, ada juga yang terbahak-bahak. Nugi yang merasa diejek oleh adiknya sendiri merasa kesal. Ia pun hendak menjitak kepala Al lagi, tapi perempuan itu segera mundur dan berlindung dengan memeluk lengan mamanya.

"Sudahlah, kalian sudah besar." Suara bariton nan tegas itu menghentikan aktivitas kakak-beradik yang sedang beradu mulut itu.

"Abang duluan, pa, yang ngejekin Al," adu Al kepada papanya.

Spoiled GirlStories to obsess over. Discover now