Hari yang indah, sinar mentari pagi menyapa seorang gadis yang kini tengah menuruni mobil jemputannya. Semua orang tersenyum manis dengan perempuan itu, semua orang sangat ramah kepadanya. Gadis itu, Rasya memasuki gerbang yang menjulang tinggi dan terpampang jelas nama sekolahnya disana, SMA Trisakti, salah satu sekolah favorit di daerah itu. Ia memasuki area sekolah dengan langkah tenang ditemani seulas senyum yang mengembang manis di bibirnya.
Rasya mempercepat langkahnya menuju kelasnya, kelas 11 IPA 1 yang berada di lantai satu dekat dengan ruang tata usaha. Mengingat hari ini akan ada ulangan Fisika, seketika Rasya berlari kecil menuju kelasnya. Masalahnya, ini adalah mata pelajaran pertama dan guru Fisikanya juga guru BK yang tegasnya kelewat batas.
Rasya tepat di depan kelas X IPS 3 yang hampir berdekatan dengan kelasnya, hanya tinggal menaiki anak tangga menuju koridor atas. Sedetik kemudian muncul seseorang dari dalam ruangan dan tidak sengaja menabraknya.
Rasya kehilangan keseimbangannya, dan Ia hampir saja tergeletak di lantai. Karena orang itu dengan sigap menangkap tubuh mungil Rasya agar tidak bersentuhan dengan lantai. Pandangan mereka bersatu, Rasya menatap kedua manik mata orang itu yang kini juga menatap ke arahnya.
Hening.....
Rasya masih menatap orang dihadapannya itu, hingga pandangannya buyar karena suara orang itu.
"Lo gak bisa hati-hati apa kalau jalan?" Ucap pria itu yang masih memperhatikan paras cantik Rasya
Rasya membulatkan kedua matanya, merasa tak percaya dengan ucapan orang itu barusan. Menurut novel novel yang sering Ia baca, dan menurut film film yang sering Ia tonton, ketika seseorang menabrak dengan tidak sengaja akan meminta maaf. Tapi orang didepannya itu, malah menyalahkan dirinya.
"Bukannya Lo yang nabrak gue,seharusnya gue yang marah bukan lo!" Tegas Rasya menaikkan suaranya satu oktaf lebih tinggi. Rasya memalingkan wajahnya ke arah lain, berusaha menyudahi kontak mata di antara mereka. "Turunin Gue!"Perintah Rasya
Cowok itu tersenyum ke arah Rasya. Bukan senyuman manis tetapi sejenis senyuman licik. Lalu orang dihadapannya itu menjatuhkan tubuhnya ke lantai. Padahal Rasya mengharapkan lelaki didepannya ini membantunya berdiri dengan benar kembali. Tetapi hasilnya berbanding terbalik dengan apa yang Ia harapkan.
Rasya meringis pelan "Kok lo malah jatuhin gue sih!" Teriak Rasya yang masih menahan sakit akibat orang didepannya itu.
Pria itu menaikkan satu sudut bibirnya keatas, membentuk satu senyuman sinis namun manis disana. "Kan lo yang nyuruh!" Balas pria itu dengan mantap
Rasya mengepalkan tangannya berusaha tidak mencakar-cakar orang didepannya itu, meskipun Ia sangat menginginkannya. Rasya menghembuskan nafas kasar lalu kembali berdiri menyejajarkan posisinya dengan orang itu. Ia kembali membuka suara "Gue nyuruh lo turunin gue!Bukan jatuhin gue!!"Tekan Rasya dengan jari telunjuk yang tepat berada di depan wajah orang itu.
Orang itu memutari tubuh mungil Rasya, memperhatikan apakah cewek didepannya itu tidak apa-apa. Sementara yang diputari hanya menaikkan satu alisnya merasa heran dengan tingkah orang itu. Kemudian orang itu kembali ke hadapan Rasya dan kembali berbicara "Tapi lo kelihatan nggak apa-apa!" Ujarnya
Rasya membulatkan kedua matanya sempurna. Ia dibuat terkejut dengan balasan orang itu. Ia fikir orang dihadapannya itu, akan membawanya ke UKS atau sekedar meminta maaf padanya. Tapi orang itu, orang itu tidak sama sekali melakukan apa yang Ia pikirkan sedari tadi.
"Au ah gelap," Rasya melipat tangannya di depan dada pandangannya Ia alihkan ke lapangan sekolahnya. Ia mulai berjalan meninggalkan orang tak jelas itu. Tetapi sebuah tangan menahannya untuk tidak beranjak.
Orang itu duduk ke bangku yang berada disebelahnya dan kembali menatap Rasya. "Terang gini dibilang gelap,"
Rasya menghentakkan kakinya ke lantai, tangannya terkepal menahan amarah yang lagi lagi berhasil dibuat karena orang tak Ia kenal itu.
Ini orang siapa sih, udah sok kenal, ngeselin lagi. Rasya bergumam sendiri dan sekarang Ia tengah menatap tajam orang itu.
Rasya menyentak kasar tangan orang itu yang berada di pergelangan tangannya sampai akhirnya terlepas. Ia membalikkan tubuhnya sembilan puluh derajat ke arah cowok itu. Ia melipat kedua lengannya di depan dada.
"Lo itu siapa sih? Sok kenal dan sok akrab bangett!!" Jari telunjuk Rasya tepat berada di depan wajah cowok itu. Cowok itu menjulurkan tangannya kepada Rasya, mengajaknya berjabat tangan untuk berkenalan.
"Makanya kenalan, biar nggak sok kenal, " Ujar Cowok itu yang kini sudah kembali berdiri di depan Rasya.
Rasya memandangi tangan itu cukup lama lalu beralih menatap wajah pemilik tangan itu. Ia hanya diam. Sementara cowok itu yang merasa jabatan tangannya tak kunjung di balas, orang itu pun menarik tangan Rasya dan membalas jabatan tangannya.
Rasya hanya diam mematung di tempat, Ia menunggu saja apa yang selanjutnya di katakan orang itu.
"Kenalin gue Farel Azka Putra. Panggil aja sayang nanti nengok kok," sedetik kemudian Rasya melepas genggaman tangannya dari tangan orang itu, Farel.
"Atau nggak panggil Beb aja, " Tambahnya
"Nggak waras lo!!" Ucap Rasya yang kini mulai berjalan meninggalkan pria aneh itu. Sayup sayup masih terdengar teriakan dari Farel
"Gue bercanda kok, Panggil aja Farel."
Farel berbalik hendak menuju ke kelasnya. Ia menepuk jidatnya pelan, Ia baru tersadar kalau Ia belum mengetahui nama perempuan yang tadi berdebat dengannya. Ia membalikkan badannya, tetapi sosok perempuan itu, sudah tidak ada disana. Tergantikan dengan kelas lain yang berhamburan keluar untuk berolahraga.
"Bahkan, gue lupa untuk melirik nametag tuh cewek."
"Arghh, siaaal" Farel Teriak Teriak sendiri di lorong yang sepi itu, kesannya sudah seperti orang yang kemasukan.
*****
Author Note
Hola hola...
Jangan lupa Votmen ya...:)
Enjoy The Story
Ayok baca cerita ini juga ya "Kylie's Stories" hehehe:')
Jangan lupa follow Instagram : @natagresia_
Okay....
See you...
Natlia💦
YOU ARE READING
Por Amore
Teen FictionPertemuan pertama Rasya dengan Arthur,yang hanya berujung kepada persahaban.Rasya memendam perasaan dengan Arthur.Namun,Ia belum pernah menyatakannya.Hingga suatu saat,datang seseorang dikehidupan Rasya.Hari-Hari Ia lewati bersama orang itu,hingga I...
