Pagi yang cukup serah untuk memulai hari lagi. Kecuali rumah keluarga Min yang gaduh karena putra tertua keluarga itu ribut dipagi hari. "AKU PERGI!!" dengan satu roti dimulutnya ia mulai berlari keluar rumah sambil membenarkan tasnya. Namja kebanggan keluarga Min itu mengambil skateboards miliknya, menaikinya dengan satu kakinya lalu mendorongnya dengan kaki yang lain. Ia membiarkan rambut hitam kelamnya tersapu angin dan terus memacu skateboardnya lebih cepat.
Dengan nametag di-almamather bertuliskan Min Yoongi, ia terus melaju sambil memakan potongan rotinya. Ia berbelok disebuah jalan penyebrangan tepat saat lampu berganti, ia melaju secepat yang ia bisa sampai ia tiba diSMA-nya. Yoongi menurunkan satu kakinya dan satunya lagi mengangkat skateboard-nya. "huft..." Ia bersyukur belum telat masuk. Ia menuju parkiran untuk menitipkannya pada penjaga disana. Saat sampai disana, banyak murid dengan sepeda memarkirkan sepeda mereka disana.
"Yoongi hyung!"
Yoongi menengok setelah menitipkan skateboard-nya. Ia melihat pria dengan rambut abu-abu, pria yang sangat ia kenal "Pagi... Jimin..." kata Yoongi dengan senyuman tipis khas miliknya
Teman Yoongi _sekaligus orang yang ia suka_ Park Jimin. "Kau juga hampir terlambat ya? Hyung"
"begitulah" Mereka berjalan bersama menuju kelas mereka. Kedua orang itu berbicara cukup banyak sampai mereka didepan kelas mereka. Jimin dan Yoongi masuk dan sudah menunggu kelima teman mereka
Kim Namjoon. Kim Seokjin. Jung Hoseok. Kim Taehyung. Jeon Jungkook. Mereka semua menyambut kedua orang itu dengan teriakan kencang. Yoongi memasang wajah tak suka dan memukul mereka satu persatu. Yoongi duduk dikursinya, dan mereka bertujuh mulai membicarakan banyak hal menarik bagi mereka, "yak Yoongi... bagaimana kalau kita pergi kecaffe milikku?" kata Jin merangkul Yoongi. Jimin dan semuanya menatap mereka
"mau apa kau? Aku tak suka padamu, hyung!" dengan cepat Yoongi menolak dan menyingkirkannya.
"ayolah! Ajari aku membuat tugas! Tugas Zang ssosaenim sangat susah!" kata Jin merengek didepan Yoongi
"biar aku saja! Dapat minum gratis kan?" tanya Namjoon, dan dapat sorakan serentak dari semua orang
"bukan untukmu! Yoongi... ayolah... " Jin memaksa Yoongi sekuat tenaganya. Jimin menatap mereka berdua dalam diam dan memutuskan melihat ponsel miliknya. "akan kuberikan cheese cake secara percuma padamu!!"
Yoongi menatap hyungnya itu "satu Loyang? Yang besar?" tanya Yoongi
Jin memikirkannya, ah! Masa bodo "yang penting kau datang pulang sekolah nanti!!" Yoongi langsung menyetujuinya begitu Jin menerima tawaran Jin
"yak... hyung, kau akan muntah jika kau makan banyak cheese cake" kata Taehyung.
"dia akan jadi manusia cheese cake malam ini" kata Hoseok, membuat semua tertawa mendengarnya. Jimin hanya tersenyum dan menatap Yoongi cukup tajam. Tak lama pelajaran dimulai dan semua kembali ditempat duduk mereka masing-masing.
.
[12.30 AM]
Jimin dan Yoongi berjalan bersama menuju parkiran sekolah. "hyung, berhati-hatilah... banyak orang aneh belakangan ini..." kata Jimin disamping Yoongi
"aku tau, kau tak usah takut..." Yoongi memberikan satu permen kepada Jimin "mau?"
Jimin menerimanya dan hanya memegangnya "aku serius... aku khawatir... dan lagi jantungmu...." Jimin menatap Yoongi, seketika itu mereka berdua menghentikan langkah mereka dan saling bertatapan.
YOU ARE READING
How?
FanfictionCinta, kasih sayang, kekeluargaan, itulah yang Yoongi rasakan. Semua sepurna dikehidupan seorang Min Yoongi, tapi semua berubah disaat hari-hari menjelang kelulusannya. Semua benar-benar berubah sejak hari itu, semuanya menghilang hari itu, sebenar...
