02 ini semua tidak berjalan seperti yang aku pikirkan

209 12 4
                                        

Satoru hanya bisa menganga melihat sesosok makhluk yang ada di depan matanya. Ia terus mengusap-usap matanya untuk memastikan bahwa apa yang ia lihat itu benar-benar kenyataan.

"Ini bohong ! Aku pasti mengantuk. Mana ada kucing yang bisa terbang di dunia ini ?"

[Aku ini bukan kucing. Aku adalah seirei."]
Note : seirei =roh

Saat ini hanya kata-kata tak beraturan saja yang bisa keluar dari mulut Satoru.

'Ka-ka-kau bisa bicara ??! Padahal kau itu hanya seekor kucing, bagaimana kau bisa bicara ??!"

[Sudah ku bilang aku ini seirei. Wujud kucing ini bukanlah wujud ku yang sebenarnya.]

"Sebenarnya apa yang kau inginkan dariku ?"

[Apa yang aku inginkan ? Bukankah yang punya permintaan itu kau ?]

"Hah ?"

Dengan cepat roh itu mendekat dan memukul kepala Satoru.

[Kau ini pikun, ya ? Bukankah tadi kau bilang kau ingin pergi dari kota ini ?"]

Tanpa memikirkan setiap kata yang keluar dari makhluk itu, Satoru meninggalkannya karena sedikit takut dan panik.

"Kalau bisa aku ingin sekali kau yang pergi dari hadapanku. Kepala ku pasti terbentur cukup keras saat bertarung tadi."

["Ohh.. Pertarungan tadi, ya. Aku akui kau memang cukup hebat. Untuk ukuran orang sepertimu sepertinya kau tidak hanya bisa omong besar saja."]

Sekejap Satoru langsung menghentikan langkahnya. Dia tahu kalau hal ini sudah tidak bisa disebut sebagai hal yang normal.

"Bagaimana kau tahu tentang itu ?"

["Selama seharian ini aku terus mengawasimu. Dan aku rasa aku sudah menemukan orang yang tepat yang sudah aku cari selama ini."]

[Biar ku perkenalkan diriku terlebih dahulu. Namaku adalah Irfin. Aku adalah seirei yang datang dari negeri Hestia, Tepatnya dari kerajaan Arcana. Senang bisa berkenalan denganmu, Kyouya Satoru."]

"....."

(Perjalanan menuju rumah)

"Baiklah, mari kita coba susun lagi kejadian ini dari awal. Semuanya baik-baik saja sampai akhirnya aku dikeroyok di atap sekolah. Sawamura tiba-tiba saja datang untuk menolong ku ke UKS, lalu aku kembali lagi ke atap untuk mengambil tas ku yang tertinggal. Aku rasa tidak ada yang janggal dari hari ini."

"Hanya saja... Kenapa sekarang tiba-tiba ada makhluk aneh yang menyebut dirinya sebagai seirei sedang bersembunyi di tas sekolah ku ?"

Kepala Irfin menyembul dari dalam tas.

[Satoru !! Apa kita sudah sampai di rumah mu ?"]

Dengan reflek sikunya bergerak memukul tas sekolahnya.

"Oi jangan berisik. Sudah diam saja disana. Bagaimana kalau ada orang yang melihatmu ?"

[Terserah kau sajalah. Padahal sudah kukatakan padamu kalau hanya kau saja yang bisa melihat dan mendengarku.]

"Kau kira aku bisa percaya padamu begitu saja."

[Ternyata kau boleh juga, Satoru.]

Tak lama Satoru berhenti di sebuah rumah yang cukup besar dengan dua lantai.

"Aku pulang !!"

Seorang wanita paruh baya dengan rambut pendek sebahu berwarna coklat tiba-tiba langsung berlari memeluk Satoru dengan erat.

Hestia - The Story Of The Real HeroWhere stories live. Discover now