1
AUTHOR POV
•2016•
Pagi hari yang berawan tetap akan menjadi aktivitas biasanya. Upacara hari ini spesial dipimpin oleh Kepala Sekolah Jaya Angkasa 02.
"Demi apapun ini, panas banget gila. Pak Kentung itu lama banget ceramahnya, " cecar Diffa sambil mengipas-ngipas tubuhnya dengan tangan.
"Tau nih,Kalo masih lama gue doain biar tuh bapak buncit. Ayo plisss panas elah," Kali ini Claudia sudah cukup muak dengan amanat kepsek yang memakan waktu hingga satu jam.
"Yeh Clau lo malah nyumpahin,ntar lo sendiri yang kena batunya baru tau rasa lo," Omel Diffa dibalas dengan cengiran khas Claudia dengan muka komuknya.
"Oke bapak akhiri, semoga anak-anak bisa menerapkan apa yang bapak sampaikan tadi. Wassalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarokatuh " tiba-tiba semua anak membalas salam dengan semangat tertanda akan selesai nya upacara, termasuk Diffa dan Claudia.
~
Suasana kelas VIII.3 sudah sangat berisik tak terbendung,semua karena ulah ketua kelas yang salah memberikan tugas dan akibatnya kalian tau sendiri lah gimana.
Bayangkan saja kelas VIII.3 disuruh merangkum satu bab dengan soal 50 butir,bisa dibayangkan? Mabok soal kita semua. Dan ternyata tertukar dengan kelas VIII.2 dan tugas untuk VIII.3 hanyalah mengerjakan 10 soal,emang dasar ketua kelas kampret.
"Yeu lo bego sih,makanya jangan asal ambil tugas. Pikir pake otak itu juga tulisannya gede banget lho, gi. " Emosi seorang Rian Wijaya, yang jarang buat tugas,biang onar, dan tukang bolos itu pun meluap. Mungkin dia sekarang insap.
"Eh udah,ini kan udah terjadi. Lagian kalian udah pada ngerjain kan? Kasihan si Figi udah keringet dingin tuh. Namanya juga manusia kadang untung kadang buntung," tumben seorang Rahmawan Ariansyah, cowok yang mulutnya kaya cewek belain figi biasanya komporin orang mulu.
"Berisik kampret,udah lanjutin kerjain aja, " Claudia memang daritadi sedang fokus mengerjakan.
Semua jadi bubar,untunglah Claudia berbicara seperti itu,kalau tidak pasti mereka akan lebih parah dari ini. Kelas kini menjadi senyap kembali.
Claudia Zefannya: Anak yang periang,yang toak nya udah gak ketulungan,ini anak suka bijak juga, tapii diselingi dengan kepintarannya hehe. Sekelas terus ya sama Claudia. Huehe.
~
Kantin kini sudah dipenuhi ratusan murid-murid,dengan berbagai macam jajanan ada disana. Tempat favorit juga buat ya ngumpul gitu dah. Diffa dkk pun sudah menempati meja pinggir dekat tembok yang berhadapan dengan gerobak siomay.
"Dif,gimana udah bisa move on nya? Udah hampir 4 tahun lo belum bisa juga?" Pertanyaan bodoh macam apa yang ditanyakan Syefina. Claudia langsung menoyor kepala Syefina dengan agak kasar.
"Semprul lo, Syef. You are stupidd, hah?" Claudia yang sedang memakan soimay nya dan langsung menyembur kan isi dimulutnya ke Syefina.
"Yeh Claud, songong anjir. Ah kena siomay lo,mana dari mulut iyuh." Diffa hanya bisa tertawa atas perlakuan temannya itu, memang dia tidak terlalu mempermasalahkan.
"Udah ah gue mau ke kelas,kalo pertanyaan lo Syef,ya gue setengah move-on lah hihi. Oh iya gue ke kelasnya si Fathira ya, " Diffa meninggalkan temannya yang masih adu mulut.
YOU ARE READING
Reue
Teen FictionPenyesalan begitu hebatnya yang dirasakan gadis berusia 14 tahun. 2 kali menyesal dan gadis itu rupanya mendapatkan karma akibat ulahnya sendiri. Dia juga mendapat masalah yang melibatkan sahabat dekatnya itu,hingga persahabatan mereka hampir retak...
