Author pov.
"Ra.." panggil renata teman sebangku dyra sekaligus sahabatnya dari sejak awal sekolah menengah pertama,
"Apaan?" jawab dyra masih fokus dengan soal yang ia kerjakan,
"Gue gak bisa ngerjain nya... Liat lo aja ntar ya plisss" rengek renata,
"Dasar kebiasaan,
belajar kenap sih? Kamu mau gak lulus tahun depan?" omel dyra,
"Iya ntar gue belajar,sekarang liat lo aja ya...",
Dyra hanya melirik sekilas sahabatnya yang sedang mengeluarkan puppy eye's nya.
Setelah dyra selesai mengerjakan tugas, ia langsung memberikan bukunya kepada renata.
"Hiiii maacih sayang kuhhh," seraya memeluk dyra yang menatapnya datar,
"Pulang sama siapa ntar ra?" tanya renata sambil menyalin tugas yang dikerjakan dyra,
"Biasa lah, naik angkot" jawab dyra sambil menompang dagunya diatas meja.
"Bareng gue aja, gue bawa motor sendiri kok" tawar renata,
"Gratis kan ren?",
"Bayar lah fulltank",
"Ye mending aku jalan kaki ajalah" jawab dyra sambil memonyongkan bibirnya kesal dengan jawaban renata,
"Iya iya gitu aja ngambek dasar bebek" ledek renata masih fokus menyalin,
Dyra dan renata pun berbicara ngalor ngidul entah kemana tujuannya begitulah mereka saling membantu.
Mereka sudah bersahabat kurang lebih 5 tahun sampai sekarang kelas 11 SMA.
Renata sudah tau semua tentang keluarga dyra begitu sebaliknya tidak ada yang renggang setelah mengetahui aib aib keluarga masing masing.
Sedang asik mengobrol tiba tiba suasana kelas yang tadinya riuh karna tidak ada guru menjadi hening sehening heningnya.
Renata dan dyra pun berhenti berbicara dan saling pandang sambil mengangkat sebelah alisnya.
Tiba tiba suara gebrakan dari arah pintu menyentak renata dan dyra,mereka langsung menoleh kearah pintu dan disana terlihat seorang perempuan cantik karna perawatan, dengan 2 teman perempuannya dibelakang.
Perempuan itu menghampiri meja yang diduduki dyra dan renata.
Renata yang melihat arah jalan perempuan itu hanya memutar bola matanya malas, sedangkan dyra sudah grasak grusuk mencari sesuatu didalam tasnya.
"Mana tugas gue!" bentak perempuan itu kepada dyra,
"Be--bentar" kata dyra terbata bata sambil terus mengacak acak isi tasnya,
"BURUAN! LO MAU BUAT GUE KETAUAN HA" bentak perempuan itu lagi kepada dyra,
"Santai kali mba, sekolah ini bukan pasar" sahut renata dan langsung mendapat sikutan dari dyra,
"Lo berani sama gue! Brengsek!" bentak perempuan itu kepada renata dan langsung menjambak rambut renata yang terkuncir kuda,
YOU ARE READING
Waktu
Teen FictionDia terlahir sebagai anak tunggal di keluarga mampu bahkan bisa dibilang tingkat menengah keatas(Elite). Hidupnya sempurna dengan keluarga yang harmonis. Sampai suatu ketika takdir memisahkan ia dengan kedua orang tua nya. Ia diasuh oleh bibi dan pa...
