Part. I. Pesan Singkat.

78 4 0
                                        

Aku heran, kenapa seseorang bisa saja berubah dratis. Dia yang dulu sangat mengesalkan, membuat hari-hariku di sekolah dasar memiliki kenangan buruk. Tidak ada sama sekali kenyamanan yang aku rasakan pada saat itu. Hanya satu, yaitu secepatnya lulus dari sekolah itu. Untuk masuk Sekolah Menengah Pertama saja, aku memilih untuk melanjutkan studiku di sekolah yang jauh dari rumah. Padahal, tak jauh dari rumahku, ada sekolah SMP. Tapi, masih dengan alasan yang sama, aku tak mau satu sekolah lagi sama dia. Cowok brengsek itu. Hingga saat akan masuk SMA pun aku tetap berpikir untuk menghindar dari dia. Dia yang menyebalkan. Yah, Dewi fortuna pada saat itu berpihak padaku. Aku terdaftar di sekolah yang tak jauh dari rumahku. Dan cowok itu memilih pindah keluar kota. Dimana tempat ayahnya bekerja. Aku bersyukur sekali. Karena aku yakin, jika tidak keluar kota dia pasti akan mendaftar di sekolah yang sama.

***

Hari ini aku mendapat sebuah pesan, pesan yang nomor pengirimnya tak ku kenal. Pesan singkat, berupa sapaan dan tanya kabar. Aku merasa dia salah satu orang iseng yang ngasal ngetik nomor tujuan. Aku melanjutkan membuat tugas ku yang harus di kumpul besok. Namun, si pengirim tidak jera mengirim pesan yang sama bertubi-tubi.

Dasar,mentang sms gratis! Coba bayar, gak bakal sanggup ngirim bertubi-tubi gini, ketusku.

Aku ganti pengaturan menjadi mode hening. Aku mau fokus ke tugasku lebih dulu.

Setelah menghabiskan waktu hampir dua jam. Aku teringat lagu pesan tadi.

Ternyata dia telah mengirim sebanyak 7 kali. Terlihat 7 pesan belum terbaca. Isi semua pesan tetap sama.

"Hi, apa kabar Afsheen Myesha?"

Aku yakin, dia bukanlah orang yang kenal dekat denganku. Kenapa? Karena dia menyebut nama panjangku. Tidak panggilanku. Tapi, aku malah penasaran.

"Kabarku baik"

Balasku singkat.

"Wah, akhirnya di balas 😊 "

Cuma itu? Pikirku. Ini orang sepertinya gak niat mau ngasih tau identitasnya. Ya udah, masa bodo'. Aku malas meladenin orang yang tak ku kenal.

Aku membereskan buku yang akan di bawa besok.

"Ayesh, lo sombong banget sih?!"

Orang itu masih mengirim pesan. Tapi, aku yakin, dia pasti kenal dekat denganku. Yang memanggilku Ayesh hanya orang yang amat dekat denganku. Karena di sekolah pun, teman-teman memanggilku dengan panggilan Myesha.

"Lo siapa? Ganggu amat dari tadi!"

"Hahaa, sori deh, kalo gue ngeganggu. Gue Athafariz Hizam Adnan. Gue harap lo gak lupa"

Deg !
Jantungku berasa ada yang nekan dengan amat kuat, sampe-sampe rasanya begitu nyesek.

****
Singkat cerita di part I ini.
Semoga kalian suka.

Salam hangat untuk semua reader.
😘

Jangan lupa komen dan vote.

"Musuh Dan Sahabat Satu Paket"Stories to obsess over. Discover now