Newfield City merupakan kota bergaya klasik dengan banyak bangunan bergaya klasik yang disertai ornamen - ornamen yang membuatnya tampak indah.
Kebanyakan penduduk Newfield City bekerja kantoran dan sebagian lagi menjadi petani atau peternak.
*
13 Oktober 1948 | 05:50 am | Newfield City
Di pagi hari yang cerah dan terasa dingin disertai kicauan burung - burung pun menyambut hari baru. Belum banyak orang yang memulai aktivitasnya di luar rumah, hanya petani yang akan berladang atau beberapa toko yang sudah memulai kegiatan berdagangnya di pagi hari.
Hari ini adalah hari yang penting bagi Henry Boll seorang pemuda berusia 23 tahun, karna pada hari ini ia resmi menjadi Wartawan tetap dari sebuah perusahaan koran bernama Newfield Hot Paper News (Warga kota Newfield biasa menyingkatknya menjadi NHPN), setelah menjadi wartawan sementara selama 3 bulan, dan karena kinerjanya yang bagus akhirnya ia diterima sebagai Wartawan Tetap di NHPN.
Henry tinggal sendiri disebuah apartemen yang tidak terlalu kecil dan juga tidak terlalu besar, dengan 1 kamar tidur dan 1 kamar mandi tanpa dapur, jadi Henry harus pergi ke toko terdekat jika ingin makan.
Untuk memulai harinya ia melakukan kegiatan yang biasa disebut dengan Mandi, meskipun cuaca dingin khas pagi masih terasa tapi itu tidak membuat semangatnya membeku untuk menjalani hari, yang ia kira akan menyenangkan.
*
07:00 am
Setelah menyiapkan segalanya sepertinya sekarang waktu yang pas untuk berangkat kerja, meskipun masih terlalu pagi, toh Henry seorang wartawan, mungkin saja dalam perjalanan ke kantor ada kejadian tak terduga yang bisa dijadikan berita dalam koran. Dengan mengenakan pakaian yang rapih dan buku jurnal ditangan, lalu Henry pergi ke kantor.
Dari apartemennya, jarak kantor NHPN hanya sekitar 600 m dan biasanya Henry datang ke kantor NHPN hanya dengan jalan kaki. Untuk membuat jarak jadi lebih jauh ia biasa pergi ke arah Taman dilanjutkan melewati sebuah Sekolah Dasar dan Kantor Walikota sebelum akhirnya sampai di Kantor NHPN.
Sebelum pergi ke kantor, Henry mampir terlebih dahulu ke toko terdekat untuk membeli makanan karna apartemennya tidak mempunyai dapur.
*
07:10 am | Juna's Store
Akhirnya ia sampai di depan toko bernama Juna's Store, dan masuk melalui pintu depan pastinya. Di dalam terdapat bermacam - macam makanan dan minuman, mulai dari makanan ringan seperti kripik hingga makanan berat seperti Burger dalam Kaleng dan Beras Merah, sedangkan untuk minumannya terdapat minuman ringan seperti air mineral dan minuman berat seperti Bipsi, Rocka - Rola.
"Halo, Pak Juna, Selamat Pagi" sapa Henry kepada sang pemilik Toko, Arjuna.
"Selamat Pagi juga, bagaimana perasaannya setelah menandatangi kontrak dengan salah satu perusahaan terbesar di kota kita ini?" ujar Arjuna sambil merentangkan tangannya dan mendongakan kepalanya.
"He he, senang pasti akhirnya kerja keras selama 3 bulan ini berbuah hasil, setelah biasanya ditolak oleh banyak perusahaan." Ujar Henry sambil tertawa
"Bagus kalau begitu, memang kau sudah berapa kali ditolak perusahaan?" Tanya Arjuna
Sambil memegang dagu dan mendongak keatas, Henry berkata "Jika tidak salah...hmm....23 kali dan yang pada lamaran ke 24 ini akhirnya diterima"
"Semoga sukses ya, aku harus kebelakang, ada urusan"ujar Arjuna sambil mengacungkan jempolnya.
"Clara! sekarang waktunya kau untuk menjaga meja kasir!" teriak Arjuna pada seseorang dan pergi ke arah pintu belakang
YOU ARE READING
Freedom Fighters
Historical FictionDi tahun 1948, suatu negara di jajah, negara itu bernama Rhytia, sebuah negara yang dulunya damai, tentram dan indah ....... hancur seketika setelah mendapat serangan bom dari negara yang dari segi kekuatan memang lebih besar bernama Brownimer, den...
