Ketika itu, aku terbangun dari mimpiku. Dingin dan basah, atap kamarku berlubang dan gelap tanpa penerangan. Jika malam ini cerah pasti terlihat sekumpulan bintang yang bertebaran dan terlihat pula bulan yang selalu hiasi malam. Tapi malam ini, hujan perlahan mulai deras mengganggu mimpiku yang kasar dan menunggu kejelasannya. Perlahan mulai basah pakaianku, semakin kedalam, semakin basah kuyup tubuhku.
Aku terbangun dan keluar dari gubuk ini, kamar ini.
Sesaat aku mulai berfikir tentang apa yang ada dimimpiku, yang kulihat hanyalah hutan yang dingin dan beberapa orang yang memelukku, sekitar lima orang, mereka tersenyum dan berkata " Kutunggu kau di puncak !!! ". Apa maksud itu ? Aku masih tidak tahu, yang kutahu dari 5 orang itu hanya satu yang kukenal, Aslan.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Aku Mario Andara, aku seorang pemalas dan aku senang mencatat segala mimpi yang kualami. Mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah teknik, aku tulis mimpi-mimpi yang bisa kutulis, karena yha hobiku menulis. Banyak buku berserakan, berisi mimpi-mimpi yang tak pasti, sesekali kubaca dan kufahami hingga aku coba menganalisanya dan akhirnya ? Entah, aku tak tahu apapun itu, aku hanya menunggu dan berharap mimpi yang indah akan terwujud.
Aku terlahir ditengah kehidupan yang keras, sederhana, dan apa adanya. Ayahku bekerja sebagai petani dan ibuku seorang ibu rumah tangga yang baik.
Ayahku mempunyai sifat yang tegas, garang, dan tak suka basa-basi. Dia, Ayahku, mengajarkanku banyak hal tentang kehidupan yang pernah dialaminya dulu. Mulai dari didikan yang keras sampai harus putus sekolah karena bekerja memenuhi kebutuhan adik-adiknya. Dia adalah sosok yang mencerminkan betapa kerasnya perjalanan hidupku dan betapa sederhananya kehidupanku.
Ibuku, seorang perempuan yang cantik dan penyabar, dia merupakan wanita yang paling aku banggakan, dia memberiku banyak kasih sayang dan perhatian yang tak terhingga. Dulu waktu aku masih kecil, setiap malam sebelum tidur ibuku selalu bercerita tentang petualangan yang pernah dialaminya, dia bercerita tentang alam yang mencerminkan kepribadian seseorang, aku masih ingat itu.
Ibu bercerita bahwa ibu pernah naik ke beberapa gunung dan yang paling terkesan adalah ekspedisinya dalam menaklukkan puncak mahameru, dia naik kegunung itu bersama 4 orang sahabatnya dulu, dan dia berkata
" Setiap perjalanan menuju puncak, kamu akan temukan berbagai tekanan, bersama temanmu akan terlihat masing-masing sifat dan kepribadiannya, alam adalah cerminan dirimu, suatu saat nanti pasti kamu akan mengalaminya. "
Dari itu, aku banyak terinspirasi dan muncul bayangan-bayangan keinginanku untuk menjadi seorang pendaki.
Kakakku dan adikku, mereka adalah penyemangat hidup yang selama ini aku punya, selalu membantu walaupun kakakku galak dan adikku nakal, selalu membuatku tertawa walaupun tak jarang pula membuatku jengkel. Mereka penting dalam kisahku, mereka juga yang mewarnai hidupku sampai saat ini.
Terimakasih Keluargaku, disinilah ceritaku bermulai.
Aku Mario Andara, apa yang aku pikirkan dan aku impikan akan aku perjuangkan !!!
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kisah ini baru akan dimulai, maaf kalau ada kesalahan kata, kalimat dan tanda baca. Vote, komentar dan dukungan kalian sangat mendukung saya lho..
Thanks You..
VOUS LISEZ
Tak Tau Menau
ActionCerita tentang petualangan dan perjuangan hidup bersama sahabat, teruslah membaca cerita ini, sangat memotivasi, dan sangat menghibur. Penggalan Puisi ini menggambarkan seorang sahabat yang berkhianat yang nantinya akan diceritakan pula di novel ini...
