Gubrakkk!!!
"Aduh, maaf ya" kata gadis bertubuh mungil, cantik, manis, hidung sedikit mancung ke dalam alias pesek, dan rambut hitamnya yang panjang yang bernama Trisha, terburu-buru karena peserta MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) harus berkumpul di aula.
Cowok yang bertabrakan dengan Trisha hanya diam dan segera berkumpul di aula juga.
Pada hari itu seluruh peserta MPLS mendapatkan himbauan dari seniornya tentang persiapan dan peraturan yang mereka taati saat kegiatan MPLS dimulai.
Hal yang sangat menyenangkan bagi siswa tahun ajaran baru saat itu adalah berubahnya MOS menjadi MPLS yang tidak akan ada senior yang berani memarahi, menghukum, dan mempermalui adik kelasnya.
Justru berbeda dengan para senior yang awalnya tidak sabar MOS, tapi eh udah keburu diubah sama Pak Menteri dan Pak Presiden. Ternyata bener kata-kata bijak di twitter dan instragram. Hal yang membuat kita senang, belum tentu orang lain akan senang juga, katanya sih gitu.
***
Senin. Hari yang tidak sedikit dibenci oleh orang. Gimana enggak, cobak deh senin itu diilangin di kalender, ya pasti liburnya nambah dong. Ketidakadilan yang terjadi adalah misalnya jarak dari Jakarta ke Bandung 150 km ya sama dengan jarak dari Bandung ke Jakarta tentunya. Tetapi kenapa Senin ke Minggu jaraknya 6 hari sedangkan Minggu ke Senin jaraknya sehari? Tidakkah ada orang protes akan hal ini?
"Untuk seluruh peserta MPLS harap berkumpul di lapangan dan membuat barisan sesuai kelompok karena upacara segera dimulai."
Pengumuman yang membosankan. Pikir Trisha dalam hatinya. Trisha memang anak yang baik, tapi bukan berarti dia selalu berbuat yang baik terus. Sekali dia gak suka ya udah gak bisa dipaksa biar suka.
Trisha paling tidak suka dengan yang namanya upacara pembukaan karena bakal ada banyak sambutan-sambutan dari pembina upacara maupun dari ketua panitia.
Dengan muka cemberut dia pun dengan sangat sangat terpaksa mengikuti upacara tersebut dan berbaris paling depan. Belum 10 menit upacara berlangsung Trisha sudah merasa risih dengan cowok dengan penampilan yang sedikit urak-urakkan alis kurang rapi atau bahkan tidak rapi yang berbaris disampingnya. Cowok itu sesekali menolehkan pandangannya ke Trisha.
"Eh lo tau gak kita sekarang lagi upacara, lo gak usah muter kepala sampe 90 derajat kayak gitu buat ngeliat gue!" Bisik Trisha kepada cowok itu dengan pandangannya yang masih ke depan.
"Gue mau bilang iya. Gue maafin lo." Jawab cowok itu dengan pandangan yang masih menghadap ke depan juga.
"Maksud lo?" Jawab Trisha penuh kebingungan.
"Gue yang kemarin lo tabrak pas mau kumpul di aula. Gue belum sempet jawab, lo udah keburu kabur."
"Yaelahh,, lu masih....."
"Sttt, kalian bisa diem?! Kita ini di barisan paling depan!", kata pemimpin barisan yang berdiri di sebelah kanan cowok itu.
***
"Ini yang bikin gue paling benci sama yang namanya upacara pembukaan", kata Trisha dengan kesal dan penuh keringat lalu duduk di pinggir aula.
"Yaudahlah gak usah diomongin lagi, lagian kan ini udah dikasi istirahat", kata Karla sahabat Trisha yang sudah dikenalnya sejak zaman SD. Karla lah yang sangat mengerti Trisha. Bahkan orang tuanya sendiri kalah pedulinya dibanding Karla. Itulah sebabnya Trisha selalu menuruti nasehat yang diberikan oleh sahabatnya itu.
"Nih minum, biar muka lo gak pucet kayak gitu. Ini buat lo juga.", cowok itu tiba-tiba saja datang kehadapan mereka dan memberikan minuman dingin untuk melepas kepenatan selama mengikuti upacara.
"Maaf tapi gue gak biasa nerima pemberian orang yang gak gue kenal", jawab Trisha ramah.
"Kalo mau kenalan bilang dong daritadi. Kenalin nama gue Nanda, satu kelompok kok sama kalian."
"Geer banget lo ya", kata Karla dengan senyum miring di bibirnya.
"Manis banget senyum lo, bikin gue diabetes aja"
"Gombal banget lo"
"Hahaha, ehh gue belum tau nama kalian siapa"
"Nama gue Karla, ini sahabat gue Trisha. Gue udah punya pacar, dia belum. Kalo lo mau boleh ambil kok", kata Karla begitu santainya.
"Sumpah deh lo! Lo pikir gue barang bisa diambil-ambil aja?", kata Trisha kesal. "Lo gak usah dengerin kata Karla, lagian gue emang belum mau pacaran kok.", jawabnya meyakinkan Nanda.
"Yaudah mukanya jangan diseriusin kayak gitu, gue orangnya gampang kok diajak bercanda. Btw, gue cabut dulu ya, mau ngumpul sama temen", kata Nanda lalu berjalan meninggalkan mereka berdua.
"Oke. Thanks ya minumannya", jawab Trisha yang melihat punggungnya Nanda, lalu cowok itu hanya mengacungkan jempolnya tanpa berbalik.
Berawal dari perkenalan pada hari itu, Trisha dengan sahabatnya Karla, Siska, dan Ayudia sering berkumpul bahkan menghabiskan waktu bersama Nanda, Reza, Arif, dan Wibby. Tidak terasa sudah seminggu kegiatan MPLS berlangsung, tidak terasa juga pertemanan mereka yang dimulai dari awal MPLS itu menjadi lebih akrab ditambah lagi mereka berkumpul di satu kelas yang sama yaitu X Mia 2.
VOCÊ ESTÁ LENDO
I am?
Ficção Adolescente[SEDANG REVISI DARI AWAL CERITA] Berawal dari pertemanan yang akrabnya tidak bisa diungkapkan dalam bentuk kata-kata, padahal kenalnya saat baru masuk SMA. Ngomong 'sayang' hanya sebagai candaan sesama teman. Tapi jika candaan itu memang benar-benar...
