Prolog

156 20 7
                                        

Mengingat masa lalu yang suram membuatku merasa lebih buruk

-Lifia-

Pukul 06.00 WIB

Lifia membuka kedua matanya melihat matahari menyelinap di jendela kamarnya.

Melihat foto kedua orang tuanya terpajang di nakas.

Entah mengapa, Lifia merasa rindu pada kedua orang tuanya.

'Ayah Ibu Lifia rindu'
Lifia jadi teringat masa lalunya.

---

"Jadi anak perempuan, jangan suka pulang malem! Memalukan!" Seorang Ibu bernama Kim Yesisue memarahi darah dagingnya bernama Nathalifia Goentur yang biasa dipanggil Lifia.

"Ck...Ibu apa - apaan si? Lifia udah biasa kok pulang larut malem." Tanpa ada rasa bersalah,  dengan mudah Lifia menjawab.

"BIASA? DASAR KAMU ANAK KURANG AJAR!!! Plak... " Karena tingkah laku anak semata wayang yang sudah melewati batas,  seorang Ayah bernama Indra Goentur menampar Lifia.

"Pergi kamu! Kemas barangmu dan jangan kembali, sebelum kamu sadar apa kesalahanmu!" Teriakan Indra terdengar keras di ruangan ini.

"Ayah tega ngusir Lifia? Baiklah Lifia akan pergi jika itu yang Ayah dan Ibu mau." Lifia yang mulai merasa muak dengan keadaan ini ia pergi mengemas bajunya dan barang lainnya kedalam koper.

Sedangkan Yesi masih menangis dan merasa tidak menyangka jika anak perempuannya berperilaku yang tidak sewajarnya.

Akhirnya Lifia pergi dari rumahnya dengan membawa koper.
-

--

"Fyuhh....kenapa gue harus mengingat itu lagi si." Lifia menepuk - nepuk kepalanya. Ia menengok jam dinding, dan menunjukkan pukul 07.30 WIB.

"

Waduh...bentar lagi gue telat nih".


Lifia dengan cepat berlari ke kamar mandi. Pagi ini ia tidak sarapan terlebih dahulu, langsung mencari kendaraan umum di luar tempat Lifia menge-kos. Namun, hasilnya nihil.

Sekolah yang tidak terlalu jauh dari tempat Lifia menge-kos, hanya membutuhkan waktu 20 menit jika berjalan santai.
'12 menit mungkin bisa sampai jika sambil berlari.' Batin Lifia yakin.

Akhirnya, Lifia sampai di seberang gerbang SMA Citra Bangsa. Ia lirik jam tangannya menunjukan pukul 06.55 WIB.

"Syukurlah, pertama kali masuk ke kelas XII gue gak telat." Lifia langsung berlari memotong jalan menuju pintu gerbang sekolah.

"Tin tin tin.." klakson mobil terdengar jelas di telinga Lifia. 'gubrak'  Tubuh Lifia tumbang di atas aspal depan gerbang.

Lifia merasa tubuhnya lemah tak berdaya, kedua matanya mulai sayu - sayu melihat seorang laki - laki khawatir padanya dan seketika semua menjadi gelap.


Hayo siapa ya laki - laki ini?
Mari cari tau^-^
Thanks☆

Confusing LoveDonde viven las historias. Descúbrelo ahora