Pagi pagi sekali, upacara bendera Merah Putih sudah dilaksanakan oleh sekolah Nusa Bangsa yang merupakan sekolah favorit di pusat ibukota. Seluruh guru dan yang terpasti adalah guru BK, mulai berkeliaran memeriksa seluruh isi kelas, ada yang menunggu di gerbang utama dan gerbang samping juga belakang, dan yang paling terutama KANTIN tempat yang biasanya paling banyak ditongkrongi oleh anak-anak kelas 12 yang sedang merokok ria.
Yaitu, Adino atau yang kerap disapa Dino. Cowok bad ala-ala anak jaman sekarang yang suka banget sama tawuran yang gak jelas dan gak penting itu, belum lagi aksi cabut mencabutnya dari jam mata pelajaran yang menurut cowok itu benar-benar gak asik dan membosankan. Bersama teman segengnyalah Dino berkumpul di KANTIN.
"Bagus ya kamu Dino!!!" suara barito milik Pak Wawan terdengar menembus ke gendang telinganya.
Cowok itu langsung menoleh keasal suara dan dengan santainya menghembuskan asap rokoknya kearah pak Wawan guru BK terkiller di sekolah itu.
"Ehe," cengiran cowok itu pada pak Wawan menampakkan deretan giginya yang putih dan rapi itu. "Ada Pak Wawan." cowok itu membuang puntung rokoknya ke sembarang arah.
"Kamu masih berani ya ngerokok di area sekolah!!!"
"Duh elah pak, saya ngerokok di sekolah salah, di tongkrongan Dino salah, di rumah apalagi dah, bisa bisa saya diomelin mamsky deh."
"Ngejawab aja kamu!!!"
"Tuh kan salah lagi," celetuk cowok itu seraya mendirikan tubuhnya mensejajarkan tingginya dengan pak Wawan. "Gak dijawab dikiranya gak denger, dijawab dikira melawan. Saya harus apa?"
"Kamu ini banyak omong ya! Cepat baris!" pintanya.
"Emang mau apa pak?" tanya Dino polos.
Tak segan-segan, sekarang telinga Dino sudah menjadi pelampiasan amarah Pak Wawan, dengan sekuat tenaganya Pak Wawan menjewer telinga Dino yang caplang dan menyeretnya agar ikut baris ke lapangan. Pak Wawan rasanya ingin sekali menguncir bibir anak ini yang sedari tadi merengek tak jelas layaknya anak kecil.
"Bapak jahat!" cowok itu berujar dramatis. "Sakit pak, lebih sakit dari yang namanya diputusin." sambungnya.
"Mulutmu yang kalo ngomong seenaknya!"
"Ya Allah pak." keluhnya.
Ehem test.. 1..2..3
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu.
Suara MC untuk membuka upacara mulai terdengar, membuat seluruh siswa maupun siswi harus mengunci mulutnya dan berbaris serapi mungkin tanpa mengeluarkan suara sedikitpun untuk menjalani upacara bendera.
🌵🌵🌵
"Woy Dinosaurus?!!!" suara itu bergema diseluruh penjuru dalam kelas.
Cowok yang memiliki nama itu menoleh sambil membenarkan jambulnya yang mungkin-agak- gak terlalu- menjulang tinggi.
"Sok kegantengan lo tolol." cowok bernama Angga itu menoyor kepala Dino. Cowok itu langsung mengucapkan sumpah serapahnya di depan wajah Angga, laki-laki itu hanya tertawa geli mendengar ucapan sahabatnya itu. Angga tau, Dino paling tak suka jika sedang membenarkan rambutnya ada yang menyentuh kepalanya selain tangannya sendiri.
"Ngasyi?" tanya Dino.
"Isep-isep." cowok itu memperagakan seolah sedang menghisap puntung rokok.
YOU ARE READING
DINOSAURA [Selesai]
Teen FictionDari DINO untuk SAURA. "Kamu Saura, perempuan pertama yang berhasil meluluhkan hatiku, Kamu Saura, perempuan pertama yang membuatku merasakan jatuh Cinta, Kamu Saura, perempuan pertama yang mengenalkanku apa arti Cinta, Kamu Saura, perempuan cuek, r...
![DINOSAURA [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/102294652-64-k919446.jpg)