---------------------
Disini, di tempat peristirahatan terakhirnya, aku terduduk bisu. Menatap makam itu dengan tatapan nanar.
Aku telah mengerti semuanya, selama ini, dia yang selalu berkorban untukku, dia yang sangat menyayangiku seperti keluargaku sendiri, dan dia yang sangat mencintaiku lebih dari sebatas teman.
Aku menyesal akan semuanya, aku menyesal telah menyakitinya dan aku menyesal tidak peka terhadap perasaan dan sikapnya selama ini kepadaku.
Jika saja malam itu aku tidak memaksanya untuk menemuiku, mungkin sekarang dia masih bersamaku, di sampingku.
Aku benci keadaan ini, aku benci diriku sendiri, sangat benci.
Alam seakan mengerti perasaanku. Hujan deras menemaniku, menemani rasa pilu ini, dan suara percikan airnya menyembunyikan suara tangisku.
Tiba-tiba, aku merasa ada yang sedang memperhatikanku. Dan benar saja, dia menatapku dari jauh. Dia memakai baju putih berkilau. Dan sekarang, ia sedang memberikan senyuman terindahnya kepadaku. Senyum itu menenangkanku.
Samar-samar, ku dengar suara memanggil namaku.
"Deandra.."
Aku melihat ke sekelilingku, berusaha menemukan seseorang yang memanggil namaku.
Lama-lama, suara itu semakin terdengar jelas, bersamaan dengan terciumnya aroma kayu putih yang menusuk hidung. Aku benci aroma ini.
Lalu, aku tersentak bangun.
"Ndra, lo gapapa kan?" Seseorang bertanya kepadaku.
Aku mengangguk pelan, tiba-tiba, kepala ku berdenyut ngilu, aku memijat pelipis ku.
"Bener gak apa-apa? Kok kayaknya gak meyakinkan banget, apa lo mau balik aja?" tanyanya lagi.
"Biarin gue sendiri, gue pengen istirahat lagi," jawabku datar.
"Yaudah gua balik kekelas , oia "
"Cepet balik kekelas pala gua pening" potongku , rasanya kepalaku benar benar sakit .
Lalu temanku beranjak menuju pintu , ia keluar dari ruang UKS , setelah sudah tidak ada siapa siapa aku menangis , menangis dalam diam , aku menangis bukan Karna rasa sakit Itu , bukan , tapi aku rindu , aku rindu sosoknya , sosok yang dulu aku sia siakan , Sekarang aku butuh pundak butuh orang untuk menemaniku , aku ingin pulang , aku ingin bercerita dengan Bunda , aku butuh pelukan Bunda .
"Bunda aku gakuat bunda , aku mau pulang" Lirih Ku
BINABASA MO ANG
"Loving Can Hurt"
Teen FictionDirimu , kenanganmu , perasaanmu masih tetap bersamaku dalam hati kecilku - Deandra Aulia Putri - Benar kata Adik ku , kamu memanglah yang terindah - Kevin Gunawan -
