01. Halo titisan surga!

8.2K 865 17
                                        

Semester 5 putih abu 2014

Pagi hari ini adalah pagi yang melelahkan. Satu kalimat barusan sungguh menyuarakan isi hati seorang siswi bernama lengkap Aruna Hansa Aditya—biasa dipanggil Runa—yang baru saja memasuki tahun ajaran terakhirnya.

Semalam suntuk Runa tidak tidur untuk mengerjakan tugas yang menumpuk, padahal sudah dicicil. Beruntung hari ini Pak Dewa, guru olahraga tidak masuk karena istrinya mau melahirkan. Gadis itu akhirnya bisa tidur sebentar di mejanya, mengumpulkan energinya kembali.

"WEH ADA TITISAN SURGA DI DEPAN PINTU!!!" teriak Joy—Gempita Joy Aloka, menggebrak-gebrak meja yang membuat perhatian seisi kelas beralih padanya.

Runa mengangkat kepalanya lalu menatap teman sebangkunya kesal. Seakan merasa tak bersalah, Joy hanya menatap balik, mendongakkan dagunya seakan bertanya kenapa.

"Plis, gue mau tidur bentar aja bisa gak?" ucap Runa tak bernada.

"Yah Na, tidurnya nanti aja itu cogan depan pintu," balas Joy sambil melirik-lirikan matanya ke arah pintu kelas tapi Runa tidak perduli, beda dengan cewek lainnya di kelas yang langsung mengikuti arah mata Joy, memang benar yang Joy bilang.

Lelaki yang berdiri di depan kelasnya itu lebih dari kata sempurna dari ujung kepala sampai kaki.

"Cogan?" pikir Runa dalam hati. "Di sekolah ini mana ada yang ganteng sih," ucapnya kemudian menidurkan kepalanya kembali di atas lipatan tangannya.

Menurut Runa, populasi cowok ganteng di sekolahnya sudah punah semenjak angkatan kakak kelas lulus dan sekarang yang tersisa hanya mereka-mereka saja yang sudah bosan ia lihat 2 tahun berturut-turut.

"Yang ini kerjaanya ngumpet mulu di goa, Na," bisik Joy sambil menatap Si Titisan Surga, namun Runa tidak membalas, ia lebih memilih untuk kembali tidur.

Demi apapun, ia benar-benar butuh istirahat.

Ardhan Esa Widyatama atau Esa, cogan yang tadi dimaksud oleh Joy, berjalan masuk ke dalam kelas melewati meja kedua gadis itu. "Theo, pinjem remot ac bentar," ucapnya ketika sampai di meja si ketua kelas.

"Remot ac kelas lo kemana?" tanya Altheo sambil berjalan menuju meja guru untuk mengambil remot ac, Esa mengikutinya di belakang.

"Kayaknya dipinjem si bapak belum dibalikin."

Si bapak yang dimaksud Esa adalah Pak Andi, staff sekolah yang setiap pagi mengelilingi lantai SMA untuk menyalakan AC di tiap ruangan. Remot AC kelas Esa-lah yang selalu ia ambil, karena kelas itu paling dekat dengan kantor guru.

"Jangan lupa balikin!" teriak Altheo pada Esa yang sudah melangkah keluar.

"Sip." Esa menutup pintu kelas 12 IPS 1 kemudian berjalan kembali ke kelasnya.


...


Suara bel tanda istirahat terdengar ke seluruh penjuru sekolah, satu per satu pintu kelas mulai terbuka. Koridor yang tadinya sepi, kini penuh dengan murid yang berlalu-lalang atau yang sekedar berdiri dekat balkon.

5 menit berlalu, kini Runa dan Joy berada dikantin duduk bersama sahabatnya. Ada Yuju—Yudita Juli Nandia dan Jennie—Jennifer Gea Kencana dari kelas 12 IPA serta Jihan—Jihan Oryza Ananta dari kelas 12 IPS 2 yang sedang mengantri untuk membeli bakso.

"Gengs, Esa lagi mepetin siapa sih di kelas gue? sampe minjem remot ac segala," celoteh Joy tiba-tiba yang membuat Jennie dan Yuju kaget kemudian melirik satu sama lain. Jennie hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Gila ya, dia lagi mepetin cewe. Ngomong sama gue aja irit, Joy." ucap Yuju membuat Joy melongo tidak percaya.

Disampingnya Eunha lagi-lagi tidak perduli dengan percakapan sahabat-sahabatnya itu, Ia sibuk melahap bekal chicken katsu kesukaannya.

Cerita Milik Kita | eunwoo eunhaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang