Prolog

2.5K 191 0
                                        

Summary : " Yakinlah!  Orang baik akan mendapatkan orang baik pula Naru! " , dan Naruto percaya akan hal itu

Naruto @ Masashi Kishimoto

Pair : Shikanaru slight Sasunaru

Warning!!  Cerita ini berunsur Boys Love,  kalau anda tak suka BL silahkan tekan tombol 'BACK'

Drap Drap Drap

Tak ia hiraukan hujan yang menerpa dirinya,  tak dihiraukan tatap orang yang melihat ke arahnya.  Yang ia inginkan hanya berlari dan terus berlari,  ia harap dengan berlari semua perasaan sesak miliknya akan hanyut dibawa tetes tetes air yang menerpa sang bumi.

Namun tidak,  bahkan meski ia berlari menembus hujan,  air mata di pipinya tetap terlihat.  Ia tahu,  orang orang menatap prihatin padanya namun apa dikata,  mereka juga tak akan bisa memahami dirinya . Hingga sampai di tikungan

Bugh!!

Dua tubuhpun saling berbenturan satu sama lain dan mengakibatkan sang tokoh yang sedang kita biarakan ini terpental ke belakang.

"Naru!! "

Merasa dirinya dipanggil,  iapun menoleh ke arah sosok yang memanggil namanya.  Matanya menatap terkejut dan satu kata terucap dari bibirnya

"Shikamaru"

Shikamarupun dengan sigap membantu Naruto berdiri dan membersihkan celananya yang kotor,  tak lupa ia payungi sang korban yang ia tabrak.

"Ibumu meneleponku,  minta tolong mencarimu"
ucap Shikamaru saat mereka mulai berjalan berdampingan.

Merasa tak ada jawaban dari sang lawan bicara,  iapun melirik Naruto disampingnya.  Dan sesaat matanya membola,  dilepasnya payung ditangannya tak peduli hujan membasahi mereka.

Dipegangnya kedua pundak kecil milik Naruto,  ditatap kedua Shappire di depannya.  Naruto yang mengerti maksud Shikamaru pun sengaja menghindari kontak mata , namun sial untuknya karna satu tangan temannya tersebut lebih dahulu memegang dagunya.  Jadi ia tak bisa menggelengkan kepalanya.

"Jawab Naru,  siapa yang membuatmu menangis"
ucap Shikamaru tajam,  jangan lupa tatapan miliknya yang juga menuntut untuk dapat jawaban.

Namun bukannya jawaban yang Shika dapatkan,  perlahan siluet bening kembali keluar dari sang pemilik shappire.  Shikamaru pun segera melepaskan kedua tangannya dan mengambil payung yang ia jatuhkan.

Naruto?

Ia hanya menatap jalanan dibawahnya yang mungkin menarik untuknya,  air mata masih Setia menetes dari shappire miliknya.

Tak berapa lama ia mendongak karna hujan tak mengenainya,  menatap pelaku yang membuat demikian.

"Ayo pulang" ucap Shikamaru
Hanya anggukan yang diterima Shikamaru.

Dan merekapun pulang dengan ditemani iringan suara hujan serta isakan tangis Naruto.  Shikamaru hanya mendiamkannya sampai ia merasa Naruto sudah lebih baik.

~~~

"Pakailah ini"

Shikamaru melempar sebuah pakaian Dan celana ke Naruto. Naruto hanya diam Dan memandang pakaian serat celana di tangannya. 

Sebuah helaan nafas terdengar dari bibir Shikamaru, didekatinya pemuda kuning teman sepermainan kecilnya tersebut. Ia dudukkan dirinya di depan Naruto dan memegang kedua tangan nya.

"Aku tak tahu apa yang terjadi padamu,  tapi kau harus ganti bajumu yang basah itu Naru.  Atau aku yang akan kena amarah Bibi Kushina,  dan itu sangat merepotkan" Ucap Shikamaru

Untuk sesaat sekilas senyuman terukir di bibir Naruto,  jarang untuknya mendengar ucapan panjang dari sahabat pemalasnya ini.  Naruto pun segera berdiri dan berlari menuju kamar mandi di rumah Shika.

Shikamaru yang merasa berhasil membuat Naruto tersenyum ikut tersenyum pula, dengan sebuah kalimat terlintas diotaknya

'Tak akan kubiarkan senyum milikmu hilang,  Naru'

~~~

Shikamaru hanya membolak balik buku yang ia baca,  diliriknya jam dinding yang bertengger cantik di samping pintu kamarnya. 
Sudah 30 menit Naruto mandi dan sekarang belum keluar.  Dilangkahkan kaki miliknya menuju kamar mandi miliknya di lantai bawah.  Baru saja ia sampai di tangga bawah,  dilihatnya Naruto keluar dari kamar mandi lengkap dengan baju yang yang dipinjamkannya. Didekatinya sang pemuda blonde tersebut,  namun belum sempat ia melangkahkan kakinya,  Naruto berlari dan memeluk Shikamaru erat.
Shikamaru yang mendapat perlakuan seperti itu hanya terbengong,  otaknya yang cerdas pun kembali memproses saat indera pendengarnya menangkap suara isakan.  Yang tak lain berasal dari sosok yang memeluknya tersebut.  Diusap lembut rambut kuning yang masih basah tersebut seraya mencoba menenangkannya.

"Sstt,  tak apa Naru.  Aku berada disini,  disisimu" ucap Shikamaru

Meski ucapan Shikamaru terdengar begitu tenang,  tapi berkebalikan dengan hatinya.  Ia selalu merasa sakit saat melihat Naruto serapuh ini.  Ia sudah pernah berjanji akan menjaga senyum milik Naruto,  tapi apa daya bahwa semua bisa terjadi tanpa bisa ia harapkan.

Shikamaru terus mencoba menenangkan pemuda dipelukannya tersebut,  tak menuntut sebuah penjelasan kenapa Naruto menjadi serapuh ini.  Toh,  jika Naruto sudah merasa baikan , ia akan menceritakan semua kepadanya.
Dan tebakan Shikamaru benar,  tak selang beberapa lama,  isakan Naruto mulai memelan dan pelukan kepada Shikamaru semakin melonggar. Naruto melepaskan pelukannya dari Shikamaru dan mencoba menghapus air mata miliknya. Shikamaru pun meluncur ke dapur mengambil segelas minuman untuk Naruto. Dituntunnya Naruto menuju kursi di ruang tamu miliknya,  masih terlihat olehnya mata Naruto yang sembab sehabis menangis.  Diberikannya minuman yang ia bawa ke Naruto yang langsung dihabiskan dalam beberapa tegukan oleh sang pelaku utama kita.
Saat sudah dirasa tenang akhirnya Shikamaru memulai pembicaraan.

"Jika kau sudah tenang,  kau bisa bercerita padaku Naru" ucapnya

Naruto hanya menatap gelas ditangannya, dihembuskan nafas miliknya dan memandang Shikamaru.

" Aku akan putus dengan Sasuke " ucap Naruto

Dan dalam satu kalimat tersebut mata Shikamaru membola terkejut bersamaan hujan yang semakin lebat.

MarukyuuTahanan ng mga kuwento. Tumuklas ngayon