Genta Yosse Atmaja

67 1 0
                                        




Aku dan Lena memang sudah bersahabat sejak kecil, segala apapun yang aku lakukan selalu bersama lena. atau paling tidak lena pasti mengetahuinya. apalagi, sejak kejadian kemarin. Lena sampai izin sekolah hanya untuk menemaniku dirumah. Dan meminta dokter maupun suster datang kerumah untuk memeriksa kondisiku. orang tua kami sama-sama sibuk dengan pekerjaannya. maka dari itu kami selalu bergantung satu sama lain.

kulihat, Lena memang sedang sibuk menulis. padahal bel istirahat sudah dibunyikan. karna keberadaan didalam kelas sangat membosankan, aku memaksa Lena untuk menemaniku ke kantin. awalnya Lena memang menolak, tapi. setelah aku memaksa nya akhirnya gadis itu menuruti kemauan ku.

Sampai dikantin, Lena memanggil temannya yang juga temanku. Namanya selly. awal nya selly mengira bahwa aku dan Lena pacaran tapi, karna Lena terus mendesakku untuk ikut klarvikasi, jadi aku bilang bahwa kita cuman sahabat. Sebenarnya mau dibilang pacar pun tak masalah, aku sangat tidak peduli dengan rumor-rumor disekolah. Berbeda dengan Lena.

tak lama setelah makanan kami habis, ponsel ku berdenting pertanda satu pesan masuk. setelah aku membaca pesan singkat itu, aku bergegas berdiri dari kursi hendak meninggalkan Lena dan Sely yang masih duduk dikantin "Mau kemana?" Lena menahan lenganku saat aku sudah berdiri

"kesana dulu bentar"

"kesana kemana?"

aku diam beberapa saat sebelum akhirnya menjawab "nemuin Aldi sama Revan dibalkon"

Genta Maghdalena (everything not forever here)Stories to obsess over. Discover now