Pertemuan Pertama !!

115 17 9
                                        

"Hei, menung aja lu" sahut seorang gadis yang bertubuh ramping dengan kulit kekuningan dan rambut hitam dikucir kuda.

Hal ini membuat Tifa kaget karna ia belum pernah kenal dengan gadis ini. Tapi Tifa merasa ia pernah mendengar suara ini.

"Astaga Tifa, baru juga 3 tahun lo pindah ke Kalimantan masa lo lupa sama gue? Gue Putri teman SMP lo dulu" sahut Putri sambil menyunggingkan senyumnya yang dihiasi dengan lesung pipi nya yang manis.

"Asemeleh serius ini lo Putri? Kok udah kurusan aja? Pantesan aja suara cempreng lo gak asing banget" jawab Tifa kaget sampai mencubit pipi Putri yang tembem.

"Aduh duh sakit padi" kata Putri sambil mengelus pipinya yang kemerahan akibat di cubit Tifa.

"Kan udah gue bilang jangan panggil gue padi, nama gue itu Orizasatifa" sungut Tifa sambil memonyongkan bibirnya yang pink karna tak terima dirinya dipanggil padi oleh sahabatnya itu.

"Nama ilmiahnya padi kan Orizasatifa, berarti nama lo juga padi kan?" sahut Putri tak mau kalah dengan memeletkan lidahnya mengejek Tifa.

"Ya serah lu deh tuan Putri" jawab Tifa tak mau kalah.

Mereka tertawa bersama melepas rindu, seringkali mereka berdebat hanya karna masalah sepele yang membuat keduanya tertawa terpingkal-pingkal.

💫💫💫

Banyak siswi di sekolahan yang memandang ke arah trio bad boy berjalan di sepanjang lorong kelas 10. Mereka berharap salah satu dari trio bad boy itu datang dan meminta nya menjadi pacarnya, tapi sayangnya itu tak akan mungkin.

Wahyu, Reza, Zein berjalan dengan santai disepanjang koridor, namun langkah mereka terhenti ketika seorang guru memanggil mereka.

"Wahyu, kesini kamu, tugas prakarya kamu mana? Kan sudah saya suruh kumpul di meja saya" teriak ibuk Linda guru prakarya yang terkenal akan guru yang paling banyak memberi tugas diantara guru-guru lain.

"Eh kalian kayaknya duluan aja deh, gue masih ada urusan sama tuh guru" sambil bergegas menuju buk Linda yang sedari tadi berkacak pinggang melihat mereka.

"Ooh yaudah kita duluan ya bro, ntar lo jumpa kita disana aja" Reza dan Zein kembali meneruskan langkahnya hingga tiba dikelas yang bertuliskan XI IPA 2.

Mereka masuk dengan santainya sambil berteriak. "Mana anak baru yang katanya masuk ke kelas ini?" sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh kelas, Zein mencari si anak baru yang dimaksudkan.

"Apaan sih lo Zein? Nyelonong masuk kelas orang sambil teriak-teriak gak jelas, gak punya sopan santun apa?" Putri yang kaget akan teriakan Zein menjawab dengan kesal.

"Eh ada Putri, jangan marah-marah dong ntar cantiknya hilang loh" Zein mencoba membujuk Putri karna fakta yang beredar Zein menyukai Putri tapi sayangnya hanya bertepuk sebelah tangan.

Mereka berjalan menuju kursi kosong disebelah Putri sekaligus berhadapan dengan si anak baru alias Tifa.

"Hai, kenalin gue Reza" Reza yang memulai perkenalan mengulurkan tangannya untuk bersalaman.

"Hai juga, gue Tifa" Tifa menyambut salaman itu dengan baik.

"Lo pasti tau gue, nama gue Zein sekaligus pacarnya Putri" sambil mengedipkan matanya pada Putri.

"Jangan percaya Tif, gue bukan pacar nya dia kok, jangan sampai gue punya pacar kayak dia" bantah Putri dengan raut wajahnya yang dimual-mualkan.

"Kamu kenapa sayang? Mual ya? Udah minum obat? Makanya anak kita dijaga dong" Zein tertawa melihat ekspresi wajah Putri yang mendengarnya.

"Enak aja lo ngomong, gue masih pengen sekolah, gak kayak lo pengen nya jadi ayah" Putri merasa kesal dengan perkataan Zein.

"Eh udah dong, jangan digangguin Putri nya kan kasian" tak ingin pertengkarannya berlarut lagi Tifa berusaha menengahi Putri dan Zein.

"Bener tuh kata Tifa, udah dong Zein gangguin Putri mulu lo" Reza juga ikut mendukung Tifa dan menjitak kepala Zein.

Zein hanya bisa mendengus kesal sambil mengelus kepalanya yang sakit akibat dijitak oleh Reza.

"Woi main duluan aja lo, nggak nungguin gue dulu" teriakan seorang cowok dari pintu masuk mengagetkan seisi kelas yang sedang menyantap bekal mereka.

"Yaelah kan elo yang nyuruh kita duluan aja tadi, gimana sih lo" teriakan Reza tak kalah kuat dengan cowok yang di depan pintu tadi.

"Tolong jangan berisik ya, ganggu ketenangan orang yang lagi makan" celetuk cowok yang Tifa tau dia adalah Fakhri si ketua kelas.

"Iya iya santai aja kali, kita juga gak niat ganggu lo" cowok itu mendecak sebal karna perkataan ketua kelas.

Tapi Tifa tidak bisa melihat wajah si cowok itu lantaran tertutup badannya Zein yang duduk dihadapannya.

Cowok itu mendekat ke tempat teman-teman nya duduk.
Namun ia terkejut ketika anak baru yang dilihatnya itu adalah Tifa.

"Wahyu"
"Tifa" keduanya serentak memanggil nama orang yang dilihatnya. Kaget. Itu yang dirasakan Tifa, apa yang ia harapkan tidak terjadi ternyata terjadi.

"Kalian udah saling kenal?" sahut Zein yang malah bingung melihat temannya itu.

"Ya jelas kenal lah, mereka kan satu SMP dulu" Putri mencoba menghilangkan kebingungan dan rasa canggung saat ini.

Tifa merasakan hatinya berdegup lebih kencang dari biasanya. Ini kali pertamanya ia merasakan deg-degkan lagi setelah 3 tahun.

Fikirannya bernostalgia dengan kenangan 3 tahun yang lalu. Ia merasa de javu.

💫💫💫

"Hai, gue Wahyu" sahut cowok yang duduk di belakang Tifa.

"Iya, nama gue tifa" jawab tifa dengan ramah.

"Semoga kita bisa berteman baik ya, gue gak kenal banyak orang disini karna kemarin gue gak ikut mos soalnya gue sakit"

"Iya, kalau ada apa-apa lo tanya ke gue aja"

Itu adalah pertemuan pertamanya dengan Wahyu saat SMP dulu.

Sejak saat itu, kemanapun Wahyu pergi pasti dia akan mengajak Tifa, yang lebih anehnya lagi, Wahyu akan selalu datang saat Tifa sedang sedih.

Tiba-tiba saja Wahyu akan muncul dan menghiburnya ntah itu langsung atau perantara telfon.

Tapi yang namanya cowok sama cewek temenan pasti bakalan ada yang kalah pada akhirnya.

💫💫💫

"Yah gak seru dong kalau kalian udah saling kenal, iya gk bro?" sahut Zein sambil menyikut lengan Reza.

"Iya nih gak seru, padahal kan kita mau jodohin big boss sama anak baru" ledek Reza tak mau kalah.

Sontak saja Tifa merasa kaget dan tersadar dari nostalgianya.

"Apaan sih lo pada, emang ini zaman siti nurbaya di jodoh-jodohin?" Wahyu merasa canggung karna setelah sekian lama ia akhirnya bertemu kembali dengan orang yang ia cari selama ini.

Memang berbanding terbalik dengan Tifa, Wahyu justru bahagia akan pertemuannya dengan Tifa.

Kringg!! Kringg!! Bel tanda istirahat berakhir berbunyi. Membuat Tifa merasa lega karna dengan begitu pertemuannya dengan 'teman lama' juga ikut berakhir.

"Yah, baru juga kenalan masa' udah masuk aja" sungut Reza kesal.

"Udah lah besok-besok kan masih bisa, yok cabut" jawab Wahyu sambil menarik kedua temannya itu kembali ke kelas mereka.

"Yaudah gue balik ke tempat duduk gue dulu ya tif? Gue duduk di paling depan noh" jari telunjuk Putri menunjuk ke arah tempat yang dimaksud nya.

Tifa hanya mengangguk menandakan mengerti dengan perkataan Putri padanya.

RainbowBağımlısı olacağınız hikayeler. Şimdi keşfedin