prolog

124 10 15
                                        

---

Inginku sederhana,
Tak perlu terlalu terang, cukup menyala
Namun, tak pernah padam.

--------

Angin bertiup kearah sang penghidupan
Menikmati panorama dipagi hari,
Merasakan sejuknya alam yang damai.

" je lu lama banget siiii, cepet turun..." sambil memaki adiknya.

"sabar keleus'' jawabnya dengan muka yang cemberut sambil keluar dari kendaraannya itu.

"yaudah mang, ardan sama jeje duluan ya."

"iya den."

Langkahnya pun membawa mereka memasuki sekolah barunya tersebut.

-------------------------------

Maaf ya suka direvisi..
Maaf juga kalo gaje dan banyak typonya :(
Wajib baca kelanjutannya sampai habis!
Jangan jadi silent rider ya, minimal meninggalkan jejak.
Boleh berupa comment yang bersifat membangun, vote untuk mendukung cerita ini dan autornya supaya tetap semangat bikin ceritanya, dan share cerita ini ke temen, keluarga atau siapapun boleh.
Oke terima kasih 💕

ArdanaomiHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora