~Kehidupan memang tidak selalu sesuai dengan yang kita inginkan, tapi satu hal yg perlu lo tahu, semua akan indah seiring jalannya waktu~-NWA.
~~~~~~~~~~^~~~~^~~~~~~~~
AUTHOR POV
"Gue duluan ya."
"Mau kemana?"
"Oh, ada urusan sebentar. Em... Lo pulang duluan aja Sa!" Alibi Naura, yang hanya dibalas dengan anggukan Sasya sahabat dekatnya itu.
Naura memakai tasnya dan meninggalkan kelasnya menuju rooftop sekolahnya. Tak perlu tunggu lama, kini ia sudah sampai di depan pintu biru itu dan dengan sedikit ragu ia pun mendorongnya dan melewatinya. Dilihatnya sosok laki-laki yang sedang membelakanginya,
"ehem.." Dehaman Naura yang sangat disengaja untuk menyapa sekaligus memanggil laki-laki yang belum diketahuinya. Laki-laki itu akhirnya membalikan badannya dan tersenyum manis. "Woah... Hy how are you?" Tanya Naura yang sangat bahagia.
"Fine, you?wow you very pretty!" Ucapan itu sukses membuat Naura salting.
"Very well, eum... What are you doing in my school?"
"Gue... Gue kangen sama lo." Tutur Laki-laki itu tanpa basa-basi.
"What?ohh... Segitu berpengaruhnyakah gue dihidup lo?" Ucap Naura yang disertai dengan nada ejeknya.
"Ck... Lo belum berubah ya."
"Berubah? Gue bukan power rangers!"
"Hash... Serah lo deh cantik"
"Okey! Sekarang gue tanya sama lo, ngapain lo kesini?"
"Kan tadi udah gue jawab gue kangen sama lo!"
"Udah?"
"Heem.." Ucap laki-laki itu disertai dengan anggukan.
"Ih gila lo!" Ucap Naura sambil menjitak kepala laki-laki itu. Sekarang laki-laki itu meringis kesakitan.
"Ih jahat lo!" Ucapnya sambil mengusap kepalanya sendiri yang tadi terkena jitakan.
"Ya elo, seorang Dava Verenando Deswanto anak dari bapak Donny Deswanto pemilik perusahaan dan juga beberapa gedung pencakar langit di luar negeri, jauh-jauh ke sini dari Spanyol cuma untuk ketemu gue? That's possible!" Ucap Naura panjang lebar.
"Apasiii.... Salah ya gue kangenin lo?"
"Gajuga sih cuma kan----" ucapan Naura terpotong saat tiba-tiba Dava menyandarkan kepalanya dibahu Naura.
Dava menghirup udara dan menghembuskannya kasar "gue kangen lo." Ucapnya sambil menutup matanya.
"Oke, i miss you too."
~~~><~~~
Mereka pun terus diam dan menikmati angin di rooftop itu.
Tak sangka sudah hampir 2 jam mereka duduk disana dan sekarang sudah hampir sore.
"Ehem..." Naura berdehem (kode)
"Eh.. O..oh... I.. Iya im sorry" ucap Dava terbata-bata karena sedaritadi kepalanya masih bersandar di bahu Naura.
"Emm.. Its okey, wake up!" Ucap Naura seraya berdiri.
"Kemana?"
"My home"
"Huh?"
"Iyalah... Lo pikir lo akan tidur dimana malam ini?"
"Jadi gue nginap di rumah lo gitu."
"Iya, ah lo mah banyak ngomong. Gausah deh!"
"Yah... Lo kok gitu pms ya emosian aja"
"Udah cepet!" Ucap Naura dengan wajah datar.
Akhirnya mereka pergi ke rumah Naura dengan menggunakan Bus karena hari ini mereka berdua sama-sama tidak membawa mobil.
Mereka sampai di rumah megah nan mewah dengan 2 unit mobil digarasinya. Naura membuka gerbangnya dan mengajak Dava masuk. Ya, Dava sudah sangat dekat dengan keluarga Naura sejak kecil. Mereka masuk ke halaman dan sampai ke depan pintu rumah, tanpa waktu yang lama Naura sudah membukanya dan mempersilahkan Dava untuk masuk.
"Assalamu'alaikum, sepi banget."
"Biasalah."
"Lhoo... Emang orang tua lo kemana ra?"
"Dinas di London selama 1 bulan 1minggu, baru pulang."
"Owww...."
Kini Dava sudah duduk diruang tamu menunggu Naura berganti baju, tak lama tampak seorang perempuan turun dari tangga dengan pakaian santainya yaitu kaos ¾ dan celana training hitamnya serta rambut panjangnya yang dibiarkan terurai.
Dava tidak berkedip sekali pun saat melihat Naura.
"Woy! Biasa aja liatnya!"
"Wow..."
"Kenapa?"
"Cantik"
"Hah?"
"E..eum..m.. Ng..ngga itu tangganya ukirannya cantik banget" alibi Dava.
"Heleh... Palingan lo mau bilang gue cantik iya kan?" Ujar Naura dengan sangat percaya diri.
"Geer banget lo, aduh kayak cape." Ucapnya sambil terkekeh jail (kode)
"Elah... Bilang aja lo mau gue tunjukin kamar lo."
"Nah tuh tau, ih lo pekaan yaa gak kaya Doi gak peka peka"
"Heleh kayak punya doi aja lo!"
"Engm... Adalah gue gitu cogan macam gue masa gak punya emang lo jomblo terus!" Ejeknya
"Bodo!" Jawab Naura datar dan berlalu mendahului Dava.
'Asal lo tau ra, doi gue itu elo! Cewek yang pertama ngenalin gue apa itu suka! Selama 4 tahun ini gue jauh dari lo! Dan gue harap ini saatnya gue ngungkapin semuanya' lirih Dava dalam hati.
Dava mengikuti langkah Naura.
"Nih lo tidur disini dan kalau udah melewati jam 7 malam jangan pernah berani-berani naik ke lantai 2! Apalagi ke kamar gue! Sampai terbit fajar! You understand?!" Ucap Naura dengan menekankan kalimat terakhirnya.
"Okey, its no problem!" Ucap Dava lalu memasuki kamarnya dan menutup pintunya.
Naura pun duduk di sofa depan tv.
'Apasih, kenapa gue jadi inget kejadian dirooftop tadi.' Pikirnya.
Terdengar bunyi pintu terbuka dan terlihat lah Dava yang sudah mandi dan mengganti pakaianya.
_______________________×___________
Guys, Author cuma mau bilang jangan lupa Vote, Comment, dan followannya 1 vote, comment dan follow kalian seribu × berharga buat gue...
Reader : ck, lebay banget lo thor!
Author : biarkan gue berkhayal dan berimajinasi di dunia mimpi gue der...
Reader : y dah serah lo!
Author : hiks.. Gue gak nyangka reader gue tega! Gue bukan tisu yg habis dipakai dibuang seenaknya!
Reader : drama mulu!!!!
Oke byeeee!!!!!
Next yaaaa
YOU ARE READING
MY ANGLE
Teen FictionMaaf, judul Ceritanya aku ganti yg Awalnya SECRET. *** Naura pov. semua terjadi begitu saja, tidak direncanakan. Why takdir tidak berpihak dengan gue? Why me? Harus gue? Apa gak ada orang lain yang bisa nerima takdir gue? Nyatanya, Allah berencana l...
