Jogjakarta, kota pelajar yang tak pernah tidur. Di sinilah hidupku benar-benar dimulai. Di sinilah kerajaan bisnis yang aku impikan, benar-benar aku bangun. Di sinilah aku menggantungkan semua harapanku dan berusaha berdamai dengan semuanya.
Perkenalkan, namaku Sinta Kenanga. Konon katanya, Sinta memiliki arti kesetiaan. Orang tuaku berharap aku dapat setia kepada mereka, kepada pasangan hidupku kelak, dan juga kepada Tuhan. Kenanga adalah nama bunga yang tidak hanya indah dilihat, tapi juga memiliki banyak manfaat.
***
Malam ini kota Jogja terlihat lebih lenggang dari biasanya. Tidak ada kemacetan yang terlihat dari jendela ruang kerjaku di lantai 8 gedung ini. Mobil melaju dengan kencang melewati jalan di depan gedung perusahaanku. Jarum jam memang sudah menunjukkan pukul 20.34, tapi aku masih memilih berada di tempat ini. Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu ruang kerjaku.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk," kataku singkat.
Ternyata dia adalah assistant pribadiku, Lena. "Selamat malam, Miss. Ini file-file yang anda minta. Maaf, saya baru bisa menyelesaikannya karena tadi ada sedikit problem."
"Tidak masalah. Terima kasih. Pulanglah, pasti keluargamu sudah menunggu di rumah," jawabku.
"Terima kasih, Miss. Tapi, kenapa anda tidak pulang Miss? Malam sudah larut," tanyanya padaku.
"Masih ada hal yang harus saya selesaikan," jawabku.
"Baiklah, Miss. Saya pamit pulang," katanya sambil membungkukkan badan ke arahku.
Ya, Lena adalah salah satu orang kepercayaanku di perusahaan ini. Biasanya jam segini Indra, tangan kananku yang lain juga masih sibuk menyelesaikan file yang kuminta. Tapi, hari ini dia izin pulang awal karena tak enak badan. Beruntung Lena bisa diandalkan, dia telah mem-backup semua pekerjaan Indra.
Aku kembali duduk di sofa ruang kerjaku. Mulai membaca satu demi satu halaman dari file yang diberikan Lena. Seperti biasa, Lena membuat file-file ini dengan baik. Prospek perusahan pun cukup bagus, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, ada beberapa hal yang harus segera dibenahi agar tidak merepotkan ke depannya. Beberapa hal penting juga telah kucatat di dalam memoriku, termasuk sebuah tender penting yang harus kumenangkan.
Tanpa terasa, waktu telah menunjukkan pukul 22.13. Mungkin ini saatnya aku pulang. Jadwalku besok cukup padat selain harus bertemu dengan Mr. Lee, aku juga harus menyelesaikan kontrak kerja sama dengan Pak Deni. Aku mematikan lampu ruang kerjaku, menguncinya, dan menunggu lift 'menjemput'ku di lantai 8. Tiba-tiba smarphone-ku berdering. Siapa yang meneleponku semalam ini. Aku mengangkatnya, dan orang di seberang menyuruhku menemuinya besok. "Ok," jawabku singkat. Ku tutup telepon itu sambil berjalan ke mobilku yang terparkir di halaman depan. Aku pun menyalakan mesin mobilku dan mampir ke salah satu coffee shop untuk membeli segelas Americano, sebelum akhirnya bergegas pulang.
YOU ARE READING
FATE OF LOVE
Short Story♡Cinta selalu menyimpan sebuah rahasia. Rahasia yang hanya akan terbuka apabila saatnya telah tiba♡ Sebuah kisah masa lalu antara dua anak manusia. Kemudian, sekejap hilang bagaikan angin lalu. Namun, takdir kembali mempertemukan mereka pada saat ya...
