Semua mata tertuju kepadanya. Gadis cantik bersuara emas yang tampil sangat memukau dengan sorotan lampu yang menghiasi panggung. Tepuk tangan penonton mengisi seluruh ruangan, setelah Nary selesai menyanyikan lagu Canzonetta Sul'aria - Mozart.
Senyum gadis tersebut terukir, rasa puas yang ia rasakan terlihat sangat jelas diraut wajahnya. Kedua orang tuanya pun bangga dan bahagia melihat anaknya dapat tampil dengan luar biasa di tempat yang tak pernah terkira.
⚪⚪⚪
"Duh bu, jalan itu yang hati-hati, punya mata gak!"
Suara kegaduhan berasal dari luar backstage dan tanpa berpikir panjang Nary pun keluar, dan melihat bahwa ibunya lah yang menjadi pusat kegaduhan.
"Hei, hentikan!"
Teriakan Nary terdengar sangat jelas dan membisukan tempat tersebut. "Ibu ada yang luka? Dimana ayah? kenapa ibu sendiri." jelas Nary yang menandakan bahwa ibu buta tersebut ialah ibu kandungnya. Suara bisikan seketika terasa.
"Apa yang anda lakukan! Bukankah sudah jelas bahwa ibu saya buta. Kenapa anda tidak meminta maaf!"
"Maafkan saya, saya tidak tahu."
"Apa maksud anda tidak tahu!" tanya Nary dengan jelas. "Sudah Nary ibu tidak apa-apa." Suara lirih yang keluar dari ibu Nary tersebut.
"Kalian semua bubar, termasuk anda. Pergi!"
Narypun membawa ibunya masuk ke backstage. "Maafkan ibu Nary." Air matapun tidak sengaja keluar dari kedua mata tua tersebut.
"Maafkan ibu yang mengacaukan hari bahagiamu, dan maafkan ibu membuatmu marah."
"Hentikan, bu. Ibu tidak perlu meminta maaf, aku tidak marah dan aku tidak merasa bahwa ibu mengacaukan hari ini, sebab aku bahagia. Aku bersyukur kepada Tuhan telah memberikanku suara yang indah, suara yang membuat ibu bahagia walau ibu tak dapat melihat rupaku, dan indahnya dunia.
Isakan tangis pun menyelimuti kedua wanita tersebut. Dan tak lama ayahnya Narypun datang.
"Ayah dari mana saja?"
"Ayah tadi dari toilet, ayah sudah memberi arah kepada ibumu. Memangnya ada apa?"
"Tidak ada apa-apa, ayo kita pulang. Urusanmu telah selesaikan? Besok kau harus tetap sekolah." Sambung ibu Nary.
"Iya, bu." Jawab Nary tersenyum.
To be continue ⚫
- Kebahagianku sederhana, ingin selalu melihat ibu tersenyum.
Kebahagianku pun terasa sempurna, bila alasan dibalik senyum itu
adalah AKU -
YOU ARE READING
Canary
Teen Fiction"Dunia itu selalu berputar, kadang diatas dan kadang dibawah". Hal itu yang terjadi dihidupku. Anak buangan! Kelas rendahan! Kata-kata itu yang selalu kudengar hingga saatnya keajaiban itu datang dan mengubah segalanya. copyright©2017 Story by : Am...
