Prolog.

44 5 1
                                        

"KEAN! Itukan bakso punya gue ish."

Nahda mengerucutkan bibirnya, saat dengan jailnya, tangan Keandra mengambil paksa bakso Nahda yang baru saja akan masuk kedalam mulutnya.

Kean tertawa, melihat sahabat baiknya yang menunjukan wajah kesalnya. Kean sangat suka, bahkan itu suka menjadi hobby tersendiri bagi Kean untuk melihat wajah lucu Nahda saat sedang kesal.

"Apasih Da. Gue laper nih, masa lo pelit sih sama gue?" Kean berpura-pura memasang wajah sedihnya. Kean ini jago banget dalam hal akting. Itu yang menyebabkan ia dimasukan kedalam eskul teater. Padahal kean tidak pernah tertarik dalam bidang itu. Namun, Nahda yang terus memaksanya akhirnya membuat Kean mengikuti saja. Ia sudah masuk kedalam empat eskul sekaligus. Pertama basket kedua musik ketiga futsal dan yang keempat teater. Kean sebenarnya pusing sendiri untuk mengatur jadwal nya yang padat. Meskipun Kean masih kelas sepuluh, namun ia sudah menjadi langganan kepercayaan sekolahnya. Kean jenius, dengan caranya. Ditambah dengan kehadiran Nahda yang selalu mendukungnya, membuat kean jadi tidak mau berhenti di tengah jalan. Ia bersyukur dengan adanya Nahda, semua kegiatannya terasa lebih ringan dari apa yang ia bayangkan. Nahda bukanlah pacar dari seorang Keandra. Ia adalah sahabat lamanya, yang selalu kemana-mana sama Kean. Renahda Olivia. Perempuan itu bahkan punya nama tersendiri dikalangan SMA HARANUSA.

"Kean please , jangan memasang wajah sok menyedihkan lo itu. Gue bener-bener laper. Tadi pagi ngga sempet sarapan."
Kean yang mendengarkan pernyataan Nahda langsung membelalak matanya dengan sempurna. Kean langsung mendorong mangkok bakso yang ia ambim tadi ke hadapan Nahda. Dengan nada khawatirnya, Kean menyuruh Nahda untuk segera makan. Bila perlu, Nahda bisa pesan lagi kalau ia masih lapar.

"Kenapa lo ngga bilang daritadi sih? Nih makan-makan. Yang banyak, nanti lo sakit. Gue sama siapa?" Kean memang sangat perhatian dengan Nahda. Itulah yang membuat banyak orang iri dengan mereka berdua. Apalagi sama fans nya Kean. Nahda saja pernah hampir di bully habis-habisan kalau saja Hendra tidak datang untuk menolongnya.

Nahda terkekeh saat mendengar nada khawatir yang keluar dari mulut Kean. Selalu begitu, batin Nahda. Membuatnya jadi tidak dapat menahan senyum gelinya.

"Apasih Kean lebay deh haha. Gue masih sehat kok sampai sekarang." Ucap Nahda dengan nada santai membuat Kean menghabuskan nafas kasar.

"Makan Da,gue ngga mau lo sakit okay?" Nahda tersenyum, saat menatap mata Kean yang benar-benar serius. Ia kemudian mengambil baksonya. Memakannya dengan lahap, lalu tubuhnya ia hadapka kearah Kean.

"Makan bareng ya Kean? Tadi katanya lo laper juga kan?"

RasaWhere stories live. Discover now