lembar 1: pertemuan

798 33 1
                                        

balik lagi sama gw madoka, author termalas :V, dan untuk kali ini gw bakal buat cerita baru tentang naruhina lagi :V, mulai aja yeee....

.

.

.

naruto dkk milik kishimoto-sensei, gw cuma minjem , arigatou kishimoto-sensei!!, cerita murni buatan sendiri.

.

.

.

.

BOSAN

hanya itu kata yang tepat untuk menggambarkan suasana hati seorang pemuda pirang yang kini tengah menatap malas para tamu wanita dan pria yang sedang bercakap ria di satu ruangan megah yang ditata dengan gaya ala Eropa.

Pria pirang tersebut menghela napas malas.

"Aku bosan."

ujar pria itu, Uzumaki Naruto namanya, dia merupakan anak dari Uzumaki Kushina dan Namikaze Minato, dua orang yang sangat penting bagi perekonomian di Jepang, bagaimana tidak?, Namikaze Minato adalah pemegang saham perusahaan terbesar di Jepang, hampir semua pabrik, butik, mall, dan restoran adalah bagian dari kepemilikannya.

Begitupun juga dengan Kushina, dia adalah seorang wanita anggun yang glamour, namun baik hati, hampir semua butik yang berada di Jepang mengatas namakan dirinya sebagai pemilik dari butik-butik tersebut.

Dan kekayaan serta kekuasaan mereka, pasti akan menurun pada anaknya kelak, yaitu Uzumaki Naruto, oleh karena itu, sejak kecil ia sudah dilatih untuk bisa berpikir cepat, berwawasan luas, dan bertingkah sopan.

Dan karena itu juga, dia harus mengikuti setiap acara yang diselenggarakan oleh perusahaan ayahnya ataupun ibunya, atau bahkan perusahaan lain yang mengundang mereka.

Sebab itulah, kini Naruto merasa bosan, karena terlalu sering atau memang sudah menganggap 'biasa' acara seperti ini.

"Cih, tak tahu malu,"

ucap Naruto pelan, ketika melihat beberapa wanita dari perusahaan yang bekerja sama dengan ayahnya mengedipkan mata dengan genit ke arah Naruto.

Naruto memicingkan matanya, gelas wine yang dipegangnya ia letakkan di salah satu meja terdekat, ia menegakkan tubuhnya, kemudian mengeluarkan ponselnya dari dalam jas hitam yang ia gunakan, kemudian ia menekan angka 5 untuk memulai panggilan cepat.

"Ya, ada apa naruto-sama?,"

tanya seseorang dari sebrang telepon begitu sambungan sudah sampai kepada orang tersebut.

"Jemput aku di depan gedung."

Sesudah mengatakan itu, naruto memutuskan sambungan dan segera beranjak pergi meninggalkan ruangan mewah tersebut, sebelum ia pergi ia mendengar perkataan dari wanita yang menatap genit dirinya tadi.

"Ah, dia pergi, padahal aku ingin berkenalan." Naruto hanya memutar bola mata, dan mempercepat langkahnya menuju halaman depan dari gedung tersebut.

"Naruto-sama,"

panggil seorang perempuan tak jauh dari tempat Naruto berdiri, ia memiliki surai pink seperti gulali, mengenakan rok span selutut berwarna hitam, serta cardigan pendek hitam yang dipadukan dengan kemeja berwarna putih di dalamnya.

"Ah Sakura!, akhirnya kau datang,"

seru Naruto begitu melihat asisten pribadinya berjalan pelan ke arah Naruto.

heirsWhere stories live. Discover now