12-Mulai berubah

5.5K 663 45

(Namakamu) mengangguk mengerti, setelah Nata menjelaskan semuanya, ia jadi tau kenapa Iqbaal begini. Masalahnya hanya satu, Perjodohan sepihak. Ya, pasti itu.

(Namakamu) tau banget gimana rasanya dijodohin gitu, ya kali, ini kan bukan jaman Nurbaya lagi. Dan untungnya, waktu itu keluarga (Namakamu) cuma becanda soal jodoh-jodohan, jadi (Namakamu) tenang deh sekarang.

Nata menaikkan satu alisnya, "Jadi gara-gara itu Iqbaal berubah? Astagaa gue kira dia udah gak sanggup lagi ngejalanin hidup, secara kan dia banyak fans, duh baal!" Nata jadi kesal sendiri karena Iqbaal berubah cuma gara gara yang beginian.

Padahal Nata udah mikir kejauhan, kayak Iqbaal yang bosen punya muka ganteng dan mutusin buat bunuh diri mungkin.

"Jadi sekarang lo mau gue ngapain?" Tanya (Namakamu) langsung to the point.  Nata tersenyum manis, sangat manis. Membuat (Namakamu) sampai menegang dan matanya gak bisa dikedipin padahal angin lagi gak sepoi sekarang

"Lo mau gak......?" Nata menggantung kalimatnya, karena ia merasa agak berat mengatakannya.

'Lah mau apaan ni? Duh duh!!!'

'eh lanjutin dong!'

'Astaga kenapa diemmm? Gue udah gemetar ini!'

'Aduu pakai senyum kebawah lagi, Mampus gueee'

'Jangan bilang kak Nata mau nembak gue?!'

Batin (Namakamu) sudah menggebu-gebu, dan pipi nya juga sudah memerah, ia ingin tau apa kelanjutan dari kalimat Nata yang bener bener gantung.

Bagi (Namakamu), baru kali ini digantungin rasanya deg-deg serr.

Debrak!

Coba tebak bunyi apa itu? Dan siapa yang melakukannya?

Itu bunyi pintu.

Dan (Namakamu) yang melakukannya.

Yap, (Namakamu) langsung ngacir kedalam rumahnya abis itu nutup pintu dan mungkin gak sengaja terlalu bertenaga nutupnya.

"Lah?!" Nata bingung sendiri, "Gue kan mau dia tolongin gue buat Iqbaal balik jadi kayak dulu! Duuh!" Nata sungguh sebel, tapi masih ganteng.

*

"Nah, itu kak Iqbaal!"

(Namakamu) berteriak senang karena akhirnya ia menemui Iqbaal. Ya, ia sudah tau apa maksud perkataan Nata waktu itu, dan (Namakamu) ingin sekali membunuh dirinya karena sudah ge-er tingkat dewa

Perlahan tapi pasti, (Namakamu) mendekati Iqbaal yang tengah duduk di halte dan tumben kali ini Iqbaal gak pegang rokok.

"K-kak?" (Namakamu) menegur dengan sangat pelan, dan waw! Iqbaal menoleh.

Walaupun hanya 2 detik.

Merasa sudah dianggap keberadaannya, (Namakamu) mengambil posisi duduk 10 jengkal tangan dari posisi Iqbaal

"Menurut lo, gue bagus to the point atau jujur dulu?"

Bodoh! (Namakamu) ngerasa bodoh karena malah kalimat itu yang keluar dari mulutnya

Dan, betapa terkejutnya (Namakamu) karena Iqbaal sempat ketawa kecil, duh bukannya tadi (Namakamu) gadanta banget.

"Kak, gue liat di instagram, katanya orang perokok jadi makin jelek, nah ini kok lo makin ganteng?"

Serius ini recehan. Tapi fakta.

"Mau ngomong apa?" iqbaal akhirnya buka suara, dia nanya tapi gak ngeliat (Namakamu), oke ga pa pa udah biasa

Chainsmokers Baca cerita ini secara GRATIS!