10

26.2K 891 8
                                        

BUUKKK

BUUUKKK

semua orang berkumpul di satu tempat, menonton perkelahian yang seru.

"BERHEEENNTTIII!" semua orang melihat ke arah suara tersebut.

"Kalian berdua kenapa sih?!"hardik gadis mungil yang tak lain adalah Nadira.

Samudera menyeka peluh keringat di keningnya.

"Ayo pulang!"teriak Nadira pada Samudera.

***

"Kamu tuh kenapa sih? Berantem di acara reunian sama Dion, apa sih yang kalian bahas? Apa perlu berantem seperti itu?"

"..."

"Kalau dari awal gak mau nemenin aku, mending kita gak usah datang!"

"..."

"Jawab Sam!"

"Diam!" Hardik Sam pada Nadira dengan suara bassnya yang berat.

Gadis itu terkejut dan mengerutkan keningnya.

Mereka diam, hingga perjalanan kembali pulang.

Sikap Samudera kembali dingin, kini apa lagi? Nadira memarahinya karena berantem apa Dira salah?

Lalu kenapa dia harus membentakku?!

Pagi pun datang, dan Samudera masih tetap setia dengan amarahnya.

"Sam" ucap Nadira pelan dan pria itu mengacuhkannya, tak ada morning kiss, atau kecupan kening, pria itu pergi tanpa sarapan.

"Jangan keluar dari rumah ini, kau mengerti Nadira?!"ujar Sam dengan intonasi mengancam penuh perintah!

"Jangan memerintahku Samudera!"

"Diam! Dan turuti apa perkataanku!" Ucap Samudera kemudian masuk ke dalam mobil. Sebelum suami nya berangkat gadis itu langsung masuk dengan cemberut.

***

"Nyonya ini tehnya" ucap Maria yang datang di sela2 keseruan Nadira membaca cerita horror.

"Ah! Ya bu, letakkan saja" kini perhatiannya kembali pada sikap Samudera yang menjengkelkan.

KRRINNGG..KRIIINGG..KRRIINGG

Dering ponsel Nadira yang menurutnya klasik itu berbunyi...

"Hallo ma"

"Nadira! Tolong mama!" Satu kalimat penuh kecemasan membuat jantung Nadira berhenti.

Dia berlari menuju tangga dan mengendarai mobil pribadinya.

***

Samudera POV

"Jangan pernah mendekatinya!"geram Samudera.

"Wanitamu sudah di tangan kami, lalu kau mau apa?!" Seorang pria yang tinggi dan bertato tertawa mengejek.

"Biadaaabbb!"

"Ingat bagaimana kau menghabisinya?! Ingaatt! Aku akan melakukan hal yang sama, aku akan menghabisinya dan mengirimkanmu bagian dari tubuhnya!"

"Jangan sentuh dia!" Ujar Samudera berang.

DOR!

Nadira....

***

Malamnya Nadira kembali ke rumah, tepat jam dua dini hari dia sampai di rumah besar rasa penjara tersebut.

"Dari mana saja Nyonya?"tanya Maria.

"Dari rumah ibuku bu Mar, aku akan ke atas" ujar Nadira langsung menuju kamar rahasiannya.

MBAHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora