Aku tersenyun kecil. Sejak Jungkook mulai sibuk dengan kegiatannya di BigHit, Chaerin dan aku menjadi dekat. Apalagi karena kejadian bullying itu. Aku tak mau melepaskan pandanganku dari gadis ini.

"Ah, matta." Chaeri berhenti dari kegiatannya lalu menatapku.

"Wae?" tanyaku sambil menaikan satu alis.

"Rumahmu dimana Jim? Aku bosan di apartemen. Apa aku boleh main ke rumahmu?"

Aku tertegun mendengar pertanyaan Chaerin. Main ke rumah? Bisa gila kalau sampai itu terjadi.

"Rumahku di Hangsan Seoul Premiere Housing." jawabku singkat. Berharap Chaerin tidak menanyakan hal yang lain lagi.

"Woah! Itu kan perumahan elit di Seoul! Aku main ke rumahmu Jim!"

Bisa bahaya kalau sampai Chaerin bertemu dengan ayah untuk sekarang ini. Ini bukan waktu yang tepat. 

Aku hanya tersenyum canggung sambil mengelus belakang tengkukku, "Ge-geurom. Kita lihat nanti."

Ia mengangguk semangat, "Geurigo, apa kau punya saudara? Adik atau kakak?"

Aku berpikir sebentar sebelum menjawab pertanyaan Chaerin kali ini.

Melihat mata Chaerin yang coklat dan bersinar terang benar-benar membuat perasaanku tenang. Entah kenapa aku memiliki perasaan ingin melindunginya.

Hanya ingin melindunginya. Tidak untuk memilikinya.

Karena bisa dibilang, aku kakaknya. Kakak tirinya.

Aku baru mengetahui hal ini ketika di pemakaman ibuku, ada orang yang mengenali ayah di masa lalu.

Dan setelah meminta Nam ahjussi untuk menyelidiki latar belakang ayah sebelumnya, akhirnya aku tahu.

Ayah pernah menikah sebelumnya dan memiliki anak.

Dan anak tersebut adalah gadis yang sedang duduk di depanku saat ini.

Chaerin tidak pernah tahu tentang hal ini. Tentang ayahnya yang masih hidup dan menikah lagi dengan ibuku. Entah apa yang terjadi kalau sampai Chaerin mengetahuinya.

Euhm, bolehkah aku menganggapnya seorang adik?

"Jimin?" tanya Chaerin sambil mendekatkan wajahnya.

Aku mengangguk, "Aku punya adik. Dia perempuan dan sangat cantik."

Mata Chaerin semakin bersinar terang,"Woah! Kau seorang 'oppa' ? Aish, sejak dulu aku ingin sekali memiliki seorang kakak laki-laki! Dia akan menjadi sosok yang melindungiku kapan saja. Geutchi?"

Aku tersenyum sambil mengangguk, "Tentu saja."

Setelah itu Chaerin kembali melakukan aktivitasnya. Ia makan dengan lahap. Entahlah tapi aku merasa Chaerin yang sekarang bukanlah Chaerin.

Sejak kepulangannya dari rumah sakit, Chaerin terlihat 'terlalu' ceria. Ia seperti berusaha menghibur diri sendiri dan tidak betah berada di apartemennya.

[C] 다시 놓기;RESET.Where stories live. Discover now