Setelah mengucap janji pada dirinya sendiri, Alan tahu persis, haluan hidupnya telah berputar. Ia harus meninggalkan segalanya di belakang tanpa menoleh, agar kakinya dapat berpijak mantap.
Menjalani hidup baru yang independen, ditemani kepulan asap...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
▶▷ sinopsis ◁◀
Setelah mengucap janji pada dirinya sendiri, Alan tahu persis, haluan hidupnya telah berputar. Ia harus meninggalkan segalanya di belakang tanpa menoleh, agar kakinya dapat berpijak mantap.
Menjalani hidup baru yang independen, ditemani kepulan asap dari secangkir kopi hitam yang menghangatkan rongga kosong hatinya, seseorang mengetuk pintu, membawa cangkir baru. Menawarkannya.
•°•°•
"Mungkin yang kamu butuhkan bukan secangkir kopi hitam itu, Lan."
Alan berdecak kesal. Orang ini benar-benar bebal!
"Tolong, hubungan kita ini profesional. Tidak ada panggilan akrab."
Wanita itu meraih kopi hitamnya di atas meja, lalu menghabiskannya sekaligus.
"Tuh, kan. Saya benar."
Alis tebalnya bertaut, dahi Alan pun berkerut dalam. Alih-alih menjawab, sosok itu spontan melakukan hal yang membuat Alan ingin menenggelamkannya ke dasar laut saat itu juga.
"Yang kamu butuhkan itu... secangkir peluk, Alanis."
▶▷ notes ◁◀
Kali ini, dengan pembawaan yang berbeda, Secangkir Peluk akan menjadi karya romansa perdanaku. Akan terdengar seperti mengada-ada jika aku bilang, "Ini kisah nyata." Tapi memang benar adanya. Diambil dari sebuah kisah yang dari awal mendengarnya sudah buat jatuh hati, tapi, hanya untuk pemberitahuan, kisah ini di dunia nyata belum berakhir hiruk-pikuknya (pastinya). Karena, ya, hidup berjalan. Ada saja hal-hal mengejutkan dan tak terduga yang terjadi. Dan aku memutuskan untuk meminta izin sang narasumber untuk menuangkan kisahnya dan diterbitkan di sini. Syukur sekali, dia setuju. Setelah berpikir panjang, Secangkir Peluk akan menjadi kisah nyata yang masa depannya aku tentukan sendiri. Akhir dari kisah ini akan murni berdasarkan ideku, dan sekaligus menjadi doa untuk di dunia nyatanya. Akan menjadi kisah yang ringan dan semoga feel-nya terasa. Ada beberapa adegan yang didramatisir untuk tujuan kepenulisan, tapi tetap tidak berlebihan–mati saja aku kalau narasumbernya baca :') Dengan begitu, mudah-mudahan, Secangkir Peluk bisa dirampungkan dan dinikmati para pembaca. Kritik dan saran yang baik, akan selalu diterima secara terbuka.
▶▷ posting ◁◀
Status : on-going
Posting started : Agt 28th 2016 Posting ended : -
▶▷ playlist " Brumous " ◁◀
CorrineBailey Ray - Like a Star
One Republic - Counting Stars
Maroon 5 - Sad
Banda Neira - Langit dan Laut
Senar Senja - Dialog Hujan
Banda Neira - Sampai Jadi Debu
Danilla - Reste Avec Moi
Colbie Caillat - In Love Again
Toto - I'll Be Over You
brumous
(adj.) of grey skies and winter days; filled with heavy cloud or fog; relating to winter or cold; sunless weather.