begin

1.1K 281 427
                                        

Kisah Yang berawal dari pertemuan yang tidak disengaja.

Pertemuan yang tidak pernah diinginkan.

Pertemuan yang membuat kebahagiaan datang Dan pergi

Apakah takdir yang menginginkan pertemuan ini?

Kenapa? Kenapa aku? Aku benci kebahagiaan yang datang padaku. Aku benci mendapat kebaikan dari orang lain. Karena, aku tahu bahwa setiap kebahagiaan yang datang padaku pasti akan pergi. Cepat atau lambat.

Aku tidak butuh kebahagiaan....

TIDAK!! aku... aku membutuhkannya... Setelah bertemu denganmu, aku.. Aku ingin.. Merasa bahagia-

**************************************************************

"Hey! Ayo, bangun! Dasar gadis pemalas!"

Pagi hari disebuah rumah mewah dikawasan elite, Seoul, selalu diawali oleh teriakan seorang bibi Natty yang ditujukan kepada seorang gadis cantik, berkulit putih halus dan berambut panjang berwarna coklat yang tengah tertidur pulas.

"Tolonglah. Aku baru tidur dua jam. Aku benar benar butuh istirahat. Lagi pula ini masih jam 6 pagi." Kata gadis yang bernama Lalisa atau yang biasa di panggil Lisa tersebut sambil mengikat rambutnya. Ia mengusap matanya dengan jari telunjuknya.

"Kamu benar-benar anak yang tidak tahu untung! Aku sudah mengijinkan mu untuk tinggal di rumahku! tapi kamu benar-benar tidak berguna!! siapkan sarapan! Hanny ku pasti sudah sangat lapar! " sambungnya lalu beranjak pergi dari kamar Lisa.

Lisa menghela nafas panjang. Kenapa harus dia yang disuruh membuat sarapan? Padahal asisten rumah tangga disini ada lima orang. Apa itu belum cukup? Dua tahun tinggal disini dan dipenuhi oleh kesengsaraan.

Semuanya gara-gara Ayah.

07.15 pagi

"Mih, aku pergi dulu,ya.." ucap gadis yang baru menuruni anak tangga sembari mencium pipi kanan bibi Natty. Dia adalah Hanny, anak tunggal kesayangan bibi Natty. Hanny adalah seorang gadis yang cantik, memiliki rambut pendek sebahu dan cukup pintar. Namun, sayangnya Hanny memiliki kepribadian yang sangat buruk dan juga bermuka dua.

"Iya,sayang. Oh ya, ini uang jajan kamu buat hari ini. Belajar yang bener,ya." bibi Natty menyodorkan tangannya memberikan beberapa uang berwarna merah muda kepada Hanny.

"Makasih, mih, aku sayang deh sama mamih." Hannybkembali mencium pipi bibi Natty. Nada kesombongan dan memamerkannya mulai terdengar. Sikap Hanny yang hanya manis didepan bibi Natty benar benar membuat muak siapa saja yang melihat dan mengetahui sifat aslinya.

"Bi, aku berangkat dulu." pamit Lisa kepada Bibi Natty yang tidak menghiraukannya.

Diperjalanan...

"Eh, anak dekil mulai hari ini dan seterusnya lo jangan turun depan sekolah. Turun didepan warung aja. " ucap Hanny sambil memperbaiki rambut nya.

"Emang kenapa ? Kemarin kemarin aku turun didepan sekolah, gak ada masalah, kan? " tanya Lisa sambil menatap Hanny dengan lugunya. Kadang cara bicara Lisa kepada Hanny yang 'aku-kamu' membuatnya sebal. Cara bicara halus seperti itu seharusnya diucapkan kepada orang yang patut dihormati bukan kepada orang bermuka dua seperti Hanny.

Fear Of HappinessStories to obsess over. Discover now