PART 10

3.5K 76 0
                                    


"Kita mau kemana sayang???" bisiknya di telingaku, merinding dan bau alkohol menguar menyergap penciumanku, tidak kujawab, aku hanya menuntunnya keluar PUB, setelah mengangguk sebentar pada pria yang mengantarku, dia tersenyum, ku teruskan langkahku menuju mobil, dan mendudukkan Jong Ki di kursi penumpang, tubuhnya meluruh hingga terbaring, ku tekan tombol otomatis pada mobil, dan mobil itu berjalan sendiri ke arah apartment,

Sedangkan aku, aku hanya duduk di belakang stir dengan bingung.. Apa yang terjadi dengan Jong Ki, apa dia sering mabuk begini, beribu pertanyaan berkelebat di otakku, ahh.. Aku tidak peduli lagi, setidaknya aku mampu menyeretnya pulang sekarang,

Ku tarik lengan nya agak keras, astaga.. Dia berat sekali kalau begini, hingga dia duduk , dan ku lingkarkan tangannya ke leherku dan membawanya perlahan terseok menuju lift,

Dengan susah payah dan penuh perjuangan, akhirnya kami sampai di depan pintu apartment, segera ku gesekkan kartu dan memapahnya ke kamarnya, ku lepaskan tangannya saat sampai di depan bed King size nya, hingga dia terjatuh terlentang dengan sebagian kaki menjuntai kebawah di kasurnya, ku tarik nafas kasar, yang rasanya tadi senpat habis karna membawanya begitu saja, matanya terpejam tertidur, ku sisir rambutku kebelakang dengan jari, bernafas lega, aku membungkuk akan menarik kakinya, tapi sebuah tangan menarikku, aku kaget tidak mampu menahan keseimbangan hingga tubuhku terjatuh tepat di atas tubuh pria mabuk ini,

Matanya sedikit terbuka menatapku, senyuman tipis tatapan menggelap ke arahku,  membuatku bergidik merinding,, dia memutar posisi dengan dia di atasku sekarang, tangannya menyingkirkan rambut yang mengalangi wajahku

"Ap.. Apa yang kau..hemmmpppp" dia menempelkan bibir nya dengan bibirku, mataku membulat melotot tidak percaya, kudorong bahu nya, tidak bergeming, kucoba mendorongnya lagi, dia tetap tidak bergerak sedikitpun, hanya bibirnya yang bergerak perlahan melumat bibirku,

Dia sedang mabuk, tahan Laura...
Tahan Laura..
Dia hanya sedang mabuk,

Ku ucapkan itu dalam hati karna tidak mungkin dia melakukannya secara sadar, aku masih diam tidak membalas nya, tapi bukannya berhenti, yang kurasa ciumannya semakin dalam dan menuntut, menghisap bibir bawahku hingga mulutku terbuka sedikit, reaksi nya di luar kendali, lidahnya mengusap setiap inci bibir dalamku, aku terbuai, jujur saja, ciumannya memabukkan, dengan perlahan aku Mulai membalasnya, saling melumat dan menghisap pun terasa mendominasi sesaat, hingga tangannya cekatan membuka kemeja yang ia gunakan hingga toples, ku dorong tubuhnya dan ciuman nya terlepas

"Jang..."

"Aku mohon.. Aku menginginkan mu Laura...!!" suaranya berat memotong ucapanku, di lempar kemejanya ke sembarang tempat, kembali melumat bibirku, kali ini mulai turun menyusuri rahang dan leherku, area sensitifku memberikan efek desahan, erangan, dan racauku dengan sadar menyebut namanya, saat dia menghisap sedikit keras kulit leherku, desahan keras tidak tertahan lolos seketika dari bibirku,

"Jhongh.. Aku.. Emmmhhhh..." tangannya bergerilya perlahan membuka setiap kancing kemejaku, mengusap semua yang ada di dalamnya hingga tubuhku meliuk-liuk, gairahku naik, hatiku mengatakan tidak, tapi tubuhku, menikmatinya, menikmati setiap sentuhan dan ciumannya

Terus dan terus, dia menyusuri lekukan tubuhku, yang kusadari kini pakaianku hilang entah kemana,

Hingga sakit kurasa, sangat sakit di sekitar pahaku, sesuatu yang besar mendorong tubuhku di bawah sana ku pejamkan mata dan menggigit bibirku perlahan menahannya, rasanya mataku sudah basah karna sakitnya, dia menciumi wajahku, melumat bibirku untuk kesekian kalinya

"Maaf..." lirihnya dan terus memainkan aksinya hingga sakit ku hilang berganti rasa yang dominan dan meledak-ledak di tubuhku,

Malam itu menjadi malam yang panjang untukku, dia tidak hanya sekali membuatku melayang tidak terkendali tapi berkali-kali , hingga dia ambruk untuk kesekian kalinya di atasku

I Love My ArtistTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang