"Al, tungguin gue!" teriak seorang gadis dari teras rumahnya.
"Cepetan" seorang yang gadis itu teriakki menjawab dengan ketus.
"Tunggu bentar" gadis itu mengikat sepatunya dengan tergesa-gesa.
"Ma, Abel berangkat" katanya setelah selesai mengikat tali sepatunya.
"Eh,kamu naik apa?" seseorang yang dipanggilnya mama itu keluar dari rumahnya.
"Jalan sama Al"
"Ya udah, hati-hati ya" teriak mama Abel sambil melambaikan tangannya.
*******
Abel P.O.V
Abellia Michell Russell, biasa dipanggil Abel. Gue sekolah di SMP Mericci, jaraknya sekitar dua kilometer dari rumah gue. Gue punya sahabat deket namanya Andrian Aland Lewis.
Biasanya gue panggil dia Al, tapi temen-temen di sekolah manggil dia Andrian.
Gue kenal dia sejak kita masih bayi, kenapa? Karena gue sama dia tetanggaan. Makannya kita bisa sangat-sangat akrab.
Mama gue seorang disainer dan papa gue seorang pembisnis.
********
Andrian P.O.V
Nama gue Andrian Aland Lewis, gue sekolah di SMP Mericci.
Ibu gue penjahit dan biasanya dia bekerja sama dengan mama nya sahabat gue, Abel.
Ayah gue pemilik toko perhiasan yang mempunyai cabang hampir di seluruh London.
***********
Author P.O.V
Di tengah perjalanan Abel dan Andrian berbincang-bincang untuk menghilangkan rasa bosan mereka.
"Bel, kenapa lo lebih milih jalan?, lo kan bisa naik motor atau gak dianter supir?" tanya Andrian
"Ya gue pengen aja, nah lo kenapa pilih jalan kaki?"
"Sama"
"Jalan kaki itu seru tau, kita jadi punya banyak waktu buat ngobrol kek gini"
"Iya, terus kita sekarang mau kemana lagi. Kita udah sampek Abel! " kata Andrian yang menyadarkan Abel kalau sekarang mereka sudah sampai di sekolah.
"Oh iya, yaudah ayo masuk"
Mereka pun masuk ke dalam sekolah yang masih sepi itu. Hanya ada beberapa siswa yang sudah datang. Pintu semua kelas juga masih tertutup rapat.
Abel berjalan menuju depan kelasnya yaitu IX.A dan mengurus bunga yang dulu ia bawa dari rumah.
Sedangkan Andrian, dia menghampiri temannya yang sudah datang dari tadi.
Tiga puluh menit menunggu akhirnya pak satpam membuka pintu kelas. Abel meninggalkan bunganya dan masuk ke dalam kelas.
Ia menaruh tasnya dan segera mengambil sapu untuk piket di dalam kelas.
Setelah selesai piket, ia kembali menuju bunganya.
"Bel, ke samping kelas yuk" ajak Resti, teman sekaligus sepupu Abel.
"Ngapain?"
"Liat orang lewat"
"Ah, ngapain orang lewat di liatin?"
"Ayolah Bel" mohon Resti dengan Puppy eyes nya.
"Ck, yaudah ayo" dengan bodohnya Abel menuruti permohonan Resti.
Sekarang mereka telah duduk di samping kelasnya. Kelas mereka berada di dekat gerbang masuk jadi jika ada murid yang masuk atau keluar gerbang mereka melihatnya.
Mereka duduk dan mengobrol disana sudah sangat lama, mungkin sepuluh menit lagi bel masuk akan berbunyi.
"Res, masuk yuk" ajak Abel.
"Tunggu bentar"
"Lo nungguin apa lagi? Udah mau masuk nih"
"Tunggu bentarrr lagi"
Abel mendengus kesal, tapi tiba-tiba Resti terlihat senang seakan-akan dia dapat lotre.
"Ahh, itu dia!" Abel menoleh kearah mata Resti melihat.
Itu Darel, Darel Wilson. Salah satu teman sekelasnya. Ibunya juga penjahit dan sering kerja sama dengan ibunya Andrian yang otomatis juga bekerja sama dengan mamanya Abel.
Darel berlari terengah-engah menuju pintu gerbang yang sebentar lagi akan tertutup.
"WOI DAREL, KURANG SIANG LO BERANGKATNYA, INI TERLALU PAGI!" teriak Resti dengan sangat kencang yang membuat gendang telinga Abel hampir pecah.
"BERISIK LO!" Darel terus berlari tanpa menoleh kearah Abel dan Resti.
"Yuk masuk " Resti menarik tangan Abel menuju kelasnya.
"Maksud lo apa sih?, tadi gue ajak ke kelas gak mau, sekarang malah ngajak"
"Tadi kan yang di tunggu belum dateng, tapi sekarang kan udah, jadi udah lega gue"
"Kenapa lo nungguin dia? Terus kenapa lo sekarang udah lega?"
"Karna gue tau dia bakal berangkat siang, lo tau kan hobi gue ngejek orang dan hari ini target gue dia, jadi sekarang gue lega udah ngejek dia" Abel terkejut mendengar penjelasan Resti yang menurutnya tidak masuk akal itu.
"Gila lo Res" kata Abel sambil menggelengkan kepalanya.
"Emang" kata Resti dengan watados nya.
Abel kembali menggelengkan kepalanya dan langsung duduk di bangkunya.
TBC...
Yeyy part 1 nya udah jadi. Gue mau berterima kasih sama @miftakhuljannah097 @FanesaAmalia @auliananta24 karena udah bantu gue cari nama untuk cerita ini dan gue juga berterima kasih buat kalian yang udah sempetin baca cerita ini. Jangan lupa vote nya.
Oya,satu lagi untuk @auliananta24 ditunggu ceritanya 😊 😁😄
YOU ARE READING
Friendzone
Teen FictionAku sangat menyayangi semua sahabatku. Aku selalu merindukan mereka jika mereka tak ada di sampingku. Tapi kenapa salah satu dari mereka membuatku merasa aneh. Rasa yang berbeda dari sahabatku yang lain. Aku tak ingin jauh darinya. Senyum dan candaa...
