Jam istirahat sudah berdering, Aku berusaha untuk tetap berkonsentrasi dengan catatan-catatan yang sudah menumpuk ini. ini semua akibat ulah sahabatku yang selalu membuat onar pada sekolah lain. hingga harus dilarikan kerumah sakit akibat pecahan kaca mobil ditangan dan kaki nya. Dia memang selalu seperti itu, 1 minggu aku harus menemani nya dirumah karna perawatan nya aku meminta untuk dirumah saja dan meminta suster maupun dokter yang datang kerumah Genta,dan izin absen sekolah. selain ke-dua orang tua nya sedang nugas diluar negri, tante siska dan om reyhan sudah akrab dengan ku sejak kami masih sekolah dasar, dan selalu memintaku untuk menjaga putra sematawayang nya.
"Na, temenin kantin yu" suara laki-laki itu, yang selalu membuat aku menarik nafas dalam-dalam agar amarahku tak terluapkan disaat yang tidak tepat ini.
Dia berada duduk dikursi tepat depan meja ku, lengan nya memainkan bolpoin yang sesekali menutupi bagian yang sedang ku baca lalu ku salin ke buku tulis ku.
"Na, ish gue laper"
aku tak menjawab ucapannya, laki-laki itu kini sudah berdiri dihadapanku dan apa yang terjadi, dia menarik bolpoin yang sedang ku gunakan, dan memasukannya kedalam saku celana abu-abu nya.
***
kantin sekolah memang selalu ramai, banyak siswa/siswi yang membuat aktivitas masing-masing didalam kantin tersebut. aku memperhatikan seisi ruangan kantin. hingga tatapan ku terhenti pada bagian pojok depan meja warna hijau. aku melambaikan tanganku dan berteriak memanggil nama yang sedang duduk ditempat itu. "Sely! "
yang dipanggil pun menoleh,dan melambaikan tangannya. pertanda, mereka mengajak ku dan Genta bergabung dimeja makannya. aku pun menarik lengan Genta dan pergi menuju meja makan itu.
Sely adalah teman akrab ku. Kami bertemu saat kami masih MOS bersama.
Dulu Sely kira, aku dan Genta adalah sepasang kekasih. Katanya selalu kompak dan bikin orang-orang envy. Tapi setelah aku dan Genta ceritakan bahwa aku dan Genta adalah teman sejak kecil. Baru lah Sely percaya bahwa kami bukan sepasang kekasih.
YOU ARE READING
Genta Maghdalena (everything not forever here)
Teen Fiction"Lo percaya gak, sesuatu yang udah always stay here, trs tibatiba jadi forever not stay here? Gue percaya. Sebab. Yg dulu sedekat urat nadi, skarang bisa sejauh matahari"
