PROLOG

109 10 2
                                        

"Kan aku udah bilang dal,kalau hari ini ada ulangan kenapa kamu malah telat jemputnya sih ?!"

"Iya..iya vay aku minta maaf.Kemarin aku telponan sama Dinda sampai malam.Aku minta maaf ya."

Huuffttt... gara-gara dinda lagi.Sejak Nidal dekat dengan anak baru itu dia berubah.

Merasa tak ada jawaban Nidal jadi menoleh melihat gadis di sampingnya. Terlihat Vanya hanya diam melihat menatap jalan kota Tulungagung dengan muka tertekuk tanpa menghiraukan permintaan maafnya. Nidal hanya bisa menghela nafas akan susah meredakan amarah Vanya kalau dia sudah diam seperti bahkan Erick pun yang notabene kakak Vanya pun tak akan bisa dimintai tolong olehnya. Memang dirinya merasa semenjak dekat dengan Dinda Vanya menjadi berubah. Akan tetapi Nidal tak sanggup membohongi dirinya sendiri jika dia tertarik pada gadis itu. Lagi-lagi dirinya hanya bisa diam menunggu Vanya memaafkannya.

Tak lama kemudian mereka telah sampai di sekolah. Vanya segera turun tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada sahabatnya.Nidal hanya bisa menghela napas lagi melihat perilaku Vanya itu. Yang hanya bisa dilakukannya hanya bisa diam dan tetap mengikuti langkah Vanya.

Pletak! "Aduh! Sapa sih pagi-pagi udah rese! "umpat Nidal

"Hahahaha.. Kenapa muka lo kadal? Ngambek lagi ya adek gue? "Tawa Erick.

Vanya yang melihat tingkah dua pemuda di sampingnya itu hanya diam tak berniat menanggapinya sama sekali. Melihat adiknya hanya diam tidak membela sahabatnya seperti biasa semakin senang Erick. Nidal yang melihat itu hanya bisa mengumpat dalam hati.

"Kok kamu nggak belain aku sih vay."gerutu Nidal pada akhirnya.

Vanya hanya melirik sekilas dan melanjutkan langkahnya menuju kelasnya.Melihat itu Erick semakin tertawa keras karena jarang-jarang pasangan kembar siam ini diam-diaman.

"Hahahaha.. Nyahoo lo dicuekin adek gue. Makanya jangan sampai telat kalau udah janji itu. Udah tau anak itu ngga bisa ngeliat orang ingkar janji masih aja coba-coba."ujar Erick sambil tetap tertawa.Pasalnya Erick tau apa yang membuat adik kesayangannya itu marah bukan hanya hari ini karena Nidal telat menjemput akan tetapi ada hal lainnya. Hanya saja adiknya itu yang belum menyadari.

"Ahh lo mah bisanya ngetawain coba kasih saran kek apa kek. Bingung gue apa salah gue kok Vanya sampe segitunya padahal cuma telat 10menit. "

"Kalau lo aja bingung apalagi gue. Kan lo tau sendiri selama ini yang paling deket sama Vanya kan lo gue aja kakaknya kalah sama lo"

"Huhhh bingung gue udah 3bulan Vanya gini terus sama gue. "

"Lo instropeksi dirilah dal.Kalau lo gini terus mana tau nyet. "

"Siaaul orang lagi curhat malah dikatain. "

Erick hanya bisa tertawa mendengar Nidal menggerutu. Dua pemuda itu akhirnya melanjutkan langkah menuju kelas masing-masing.

Turned Into LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang