"ah gatau gatau aku nyerah", kata kamu sambil menidurkan kepalamu di meja.
kayak seperti biasanya, aku ngajarin kamu pelajaran yang kamu gak ngerti. dan seperti biasanya juga kamu ngeluh terus-terusan.
kali ini kita belajar di perpustakaan. kamu duduk disamping kiri ku. hari itu aku sama-sama memakai hoodie.
"lah, kan kamu belom nyoba buat ngerjain... orang ini sama aja kok kayak yang tadi..", jawabku sambil memandangnya sinis. mungkin kalian akan menganggapku galak atau jutek kepadanya.
tapi, percayalah. itu cuma akal-akalan dia aja biar kita ga belajar.
oke. dan sekarang dia melakukan step yang kedua.
apalagi kalo bukan sok imut?
"udahan aja lah belajarnyaa kan udah dua puluh meniiit." rayunya. kali ini ia memakai aksi jitunya. membesarkan mata, mengimut-imutkan suaranya.
ugh, siapa yang bisa tahan?
enggak. enggak enggak. aku gaboleh lemah.
"ck. kerjain dulu ampe bener. baru udahan belajarnya." kataku ketus. aku tidak mau menatap matanya.
mukanya terlalu menyebalkan.
***
ya, iya.
pada dunia nyata, kita sama sama memakai hoodie.
sama sama selalu memakai outfit yang warnanya itu itu aja. warna kesukaan kita berdua.
kamu yang sok-sok mau belajar bahasa dan piano,
dan aku yang memang suka ngajar bahasa dan piano.
kamu yang pingin dijutekin,
aku yang mau gak mau selalu liat kamu yang suka merayu itu.
pada dunia nyata, kita tetap selalu sama.
bedanya,
di dunia nyata ini kita tidak mengenal satu samalain.
P.S: iya, selamat bulan september juga.
untuk kamu,
dan aku.
YOU ARE READING
Dia || Jungkook
Fanfiction"What if Deja Vu happens when you remember events from your past life, it's the sensation that you have met a person before or have visited someplace previously, this deja vu feeling is a sign of a past life with a particular person or in a specifi...
