Prolog

112 3 1
                                        

"Dandra!!!" Sapa Mitha dengan suara lantangnya sehingga mengejutkan Dandra yang sedang asik membaca novelnya.
"Apaan sih Mith, ngagetin aja dehh, telinga gue masih normal jdi gaperlu pake teriak-teriak juga kali" balas Dandra sambil melihat sinis kearah Mitha lalu kembali membaca novelnya.
"Yaya sory dong, kan biasa lo setiap gue panggil jarang nyaut" jawab Mitha sambil menyengir lebar. "Btw lo gak bosen-bosen apa ngebaca novel Ldr terus? Apa jangan-jangan lo lagi ldr ya? Ngaku lo! Pantesan lo jarang tertarik sama cowo-cowo ganteng disekolah ini." Cerotos Mitha yang dikenal cerewet sambil melemparkan bertubi-tubi pertanyaan ke Dandra.
"Hhh!!." Dandra menghembuskan nafasnya dengan kesal lalu menutup novel yang dia baca, sebelumnya ia telah melipat kertas sebagai batas halaman yang ia baca, lalu kembali menatap Mitha dengan tatapan horor sambil berkata "Gue gak lagi Ldr dan gue lagi malas aja pacar-pacaran, belum ada yang pas dihati gue. Puas lo!" Jawab Dandra sambil memutar-mutar novel yang ia baca tadi.
"Ohh, aneh aja sih lo terlalu suka banget sama yang berbau Ldr, apa cobak enaknya Ldr? Ketemu gapernah, pegangan tangan gapernah, jalan bereng apalagi. terus berkegantungan banget sama sinyal." Tanya Mitha lagi sambil menatap Dandra.
"Yahh,, lo pacaran cuma buat jalan bareng sama pegangan tangan aja? Sama kawan juga bisa kali" jawan Dandra sambil memutar kedua bola matanya. "Ldr itu menurut gue hubungan paling Indah yang ada di dunia ini, orang-orang yang ngejalaninya adalah orang-orang yang kuat karna mereka selalu sabar menanti hari yang indah pada waktunya, dan Ldr itu tentang perasaan yang sesungguhnya bukan yang main-main" lanjut Dandra lagi sambil tersenyum kearah Mitha.
"Iya juga sih, Btw lo pernah Ldr ya Dra?" tanya Mitha sambil menatap Dandra dengan wajah penasarannya.
"Iyaa gue pernah Ldr sama seseorang, selama 3 tahun ini gue masih belum bisa lupa sama dia" jawabnya dengan suara pelan sambil menunduk .
"Kok lu masih belum bisa lupa sama dia? Dan sekarang kita udah sama-sama kelas 3 SMA bentar lagi juga mau lulus, lo masih mikirin mantan?gue rasa dia juga udah lupa sama lo sekarang."
"Gue sayang banget sama dia Mit, dia bener-bener beda dari cowok-cowok yang gue temuinn, gue juga 1 pemikiran sama lo, mungkin dia juga udah lupa sama gue. Gue juga udah coba buat gak ingat lagi sama dia tapi tetap aja gakbisa." Jawab Dandra lagi dengan wajah yang lebih sedih dari sebelumnya.
"Hmm, sekarang gue jadi tau kanapa lu suka banget sama hal yang berbau sama kisah Ldr" tebak Mitha menatap Dandra dengan wajah prihatin. "Lo terakhir ketemu sama dia kapan?"
Tanya Mitha penasaran.
"Terakhir kalii... waktu kelas 3 Smp, kami tuh ya setiap acara mau ketemuan pasti ada aaja halangannya"
"Ohh terus kok lu bisa deket sama dia?"
"Iyaa, dulu gue 1sd sama dia, dia pinter anaknya tiap tahun juara terus dari situ gue tau dia, tapi dianya yg gatau gue. Semenjak Smp dia pindah rumah kira2 30Km dari rumah awalnya" Jawab Dandra dengan wajah kesal.

"Gue makin penasaran nih, ceritain dong kisah lo sama Ldr-an lo, serealnya,, siapa tau gue bisa bantu lo supaya ketemu gitu sama dia ya nggak?" Usul Mitha sambil menaikkan kedua alisnya ke arah Dandra.

"Ih kok lu kepo banget sih, kapan-kapan deh ya gue ceritain pas lo main kerumah gue disitu gue ceritain semuanya ke lo" jawab Dandra sambil tersenyum kearah Mitha. "5 menit lagi pulang gue kemas-kemas barang dulu gue mau pulang udah laper banget soalnya"
"Okee, Btw Nama cowok itu siapa Dra?"
"Vijay"

LDRTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang