Part 1

50 2 1
                                        

Jakarta, 12 Oktober 2021.
Hari ini sepertinya langit sedang merasakan apa yang aku rasakan, sejak pagi tadi hujan terus saja turun seakan menyamakan suasana hatiku. Entah mengapa sejak tadi pagi ketika aku melihat foto ku dan dia 5 tahun yang lalu masih memakai seragam putih abu abu aku jadi mengingat sosoknya dan ingin sekali bertemu dengannya. Dia orang yang aku sukai dulu. Mungkin perasaanku belum berubah hingga sekarang?aku tak tahu. Susah menerka perasaanku sendiri tapi yang pasti melihat fotonya saja membuat ku gugup dan hatiku berdegup tanpa ku sadari.

"Tania, dokumen yang kemarin untuk dubes yang aku suruh revisi udah selesai?"
"Oh udah kok kak, hm mana ya.. Nah ini dia"
"Ok thanks ya ran kamu emang bisa di andalkan"
"Sama sama kak"
"Kamu kenapa hari ini kok aku perhatiin ngelamun aja dari tadi.. Ada yang lagi kamu pikirin ya?atau kamu kangenin?"
"Ah.. Enggak kak ngga ada apa apa kok"
"Jangan jangan mikirin cowo SMA mu itu ya. Ya ampun udah lama kali lupain aja apa"
"Nggak kak cuma gaenak badan aja"
"Oh.. Yaudah istirahat deh bentar lagi juga pulang kan. Aku balik ke ruangan dulu ya"
"Iya kak"

Kenangan itu sudah lama. Benar kata kak inggrid. Dia itu atasan ku di tempat ku bekerja. Aku bekerja di Kedutaan Besar Korea Selatan, dari dulu aku memang sudah ingin kerja disini. Setelah lulus dari universitas aku langsung pulang ke Jakarta dan melamar di Kedutaan Besar Korea Selatan. Aku melamar bersama temanku namanya Riani dan beruntungnya kami berdua di terima hehe. Riani itu teman dekatku sejak SMA.

***

Jam sudah menunjukan pukul 18:00 WIB sudah waktunya aku untuk pulang. Aku mengontrak di daerah sini karna rumahku jauh. Kontrakan ku tidak terlalu jauh hanya berjalan memakan waktu 10 menit. Aku pun segera turun ke lantai bawah untuk pulang, bodohnya aku lupa membawa payung jadi aku harus menunggu hujannya agak reda. Saat aku sedang menunggu di Lobby tiba tiba sebuah mobil berhenti di depanku.

"Tan masuk!!"
"Eh?Raihan?Ngapain lo disini HAHA"
"Jemput lu lah, gua pengen makan ditemenin lu. Cepet naik."
"Ah? Iya"

Aku pun naik ke mobil Raihan. Raihan itu sahabat ku sejak SMP. Kami selalu buka bukaan soal masalah apapun. Dari cerita cinta, aib hingga impian impian gila yang tak pernah kami ceritakan pada siapapun. Dia baik tapi juga kadang menyebalkan, suka membully ku dan gak ada habis habisnya. Sekarang dia kerja di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang mesin.

"Mau makan dimana emang?" Kata ku.
"Gua pengen makan masakan Jepang nih tapi tetep cari yang gak mahal hehe"
"Dasar emang dari dulu ya"
"Hehe ngapain juga ngabisin uang banyak cuma buat makanan mahal. Lagian makanan mahal belum tentu enak. Liat tuh makanan warteg murah, enak, bikin kenyang lagi"
"Iya terserah deh. Eh tapi han bisa ngga hari ini makannya di tunda aja. Gue lagi ngga mau makan, cuma pengen istirahat di rumah aja"
"Tumben banget lu gue ajakin makan gamau"
"Lagi ga mood dan gaenak badan hari ini. Jadi anterin gue balik ke rumah aja ya??"
"Beneran?"
"Iya"
"Yaudah deh tapi gantinya lu traktir gua ya?"
"Iya gampang itu mah"
"Oke"

***

Akhirnya aku sampai di rumah ku tepatnya rumah kontrakanku. Rumah ini bisa dibilang cukup besar untuk di huni 1 orang, ruangannya di dominasi warna putih yang membuat hati tenang jika melihatnya. Hari ini aku benar benar tidak mood melakukan apapun. Karena foto itu. Aneh. Bayangkan saja hanya karna melihat foto itu bisa membuat ku seperti ini.  Aku jadi bertanya tanya pada diriku. Apakah aku masih menyukainya?Apakah sedalam itu aku suka padanya? Aku tak bisa menjawab. Karna foto itu aku jadi mengingat apa yang terjadi 5 tahun lalu. Karna melihat dia aku jadi ingat semuanya. Kisahku 5 tahun lalu tentang Cinta, Persahabatan, dan Perpisahan.

LIMA TAHUN YANG LALU...

Hanya 4 minggu tersisa menuju ujian nasional tapi disini lah aku usai pulang sekolah masih duduk di pinggir lapangan basket bareng teman teman basket. Kami memang suka nongkrong disini apalagi aku, Jasmine, dan Lia. Oiya kapten tim ku juga suka nongkrong, namanya Rahmah dia jago banget basketnya sampai wakilin DKI Jakarta lho keren kan?Dia memang tomboy tapi dia beneran cewe kok HAHA. Kami seneng duduk disini buat liatin anak cowo pada main basket sekalian bercanda juga sih sama mereka. Kadang juga kami ikut main kalo bawa celana olahraga tapi kalo ngga bawa pake rok pun jadi hehe.

Cowo cowo yang biasanya main disini itu Fikri, Eki, Elang, Putra, Bim bim sama Farhan. Oh iya ketua osis sama wakil ketua osis sma ku ini suka main basket juga namanya Tegar dan Cakra. Mereka itu dari kelas 10 ga kepisah banget deh bener2 kuat bromancenya sampe2 akhirnya mereka jadi ketua osis dan wakil. Mereka juga suka main basket habis pulang sekolah gini.

Meski UN semakin dekat ngga cuma anak basket aja yg masih bermain sehabis pulang sekolah, masih ada anak futsal. Kalo kita mainnya di lapangan atas kalo anak futsal mainnya di lapangan bawah. Biasanya yang suka main futsal dibawah anak anak tongkrongan dari sma aku. Disebutnya anak bibi. Mereka suka nongkrong di warteg samping sekolah punya Bibi Jum jadi mereka di panggil gitu deh.

Alasan lainnya kenapa aku masih betah berlama lama disini ya karna masih ada dia yg main di lapangan bawah. Dia itu Bima. Dia anak futsal, sekelas denganku dia baik, dia juga suka melucu meski kata orang2 dia itu jayus tapi buat aku dia lucu karna aku selalu ketawa sama apa yang dia bercandain. Aku memang suka ketawa sih hehe. Dia itu tidak spesial, tapi wajahnya cukup tampan sebenarnya, tubuhnya tidak terlalu tinggi dan berkaca mata. Tapi dia cukup cerdas hanya saja malas belajar karna suka bermain game. Aku baru sekali sekelas dengannya yap ditahun ketiga ini, aku merasa sedikit menyesal karna aku hanya bisa menghabiskan 1 tahun saja bersamanya di kelas yg sama.

Aku menyukainya bisa dibilang baru, saat naik ke kelas 12. Ketika itu dia sedang di gossip kan dengan teman sekelas ku juga namanya Cinta. Aku tidak tau bagaimana hubungan mereka sebenarnya tapi yang ku tahu Bima itu tidak mudah jatuh cinta dan dia juga sudah sering di gossip kan dengan banyak orang jadi aku hanya mengaggap gossipnya dengan Cinta itu hanya gossip belaka. Saat itu aku tidak dekat dengannya kami hanya saling tahu dan suka menyapa. Itu saja. Mengobrol pun tak pernah.
Ketika aku masuk kelas 12 aku baru mengetahui orang seperti apa dia. Dia suka melawak dan aku suka itu. Kami masih tidak pernah mengobrol sampai ketika aku, dia, dan teman temanku pergi  ke Bandung. Dari saat itulah ceritaku dengannnya bermula.

No Words NecessaryWhere stories live. Discover now