SIX

1.3K 90 12
                                    

"Jeon Jungkook!"

Jungkook mengangkat wajahnya yang tadinya tertelungkup diatas meja saat mendengar seseorang memanggil namanya.

Hoseok. Jungkook memutar bola matanya malas.

"Hm." Sahut Jungkook sekenanya.

"Apa ini?" Ia menyodorkan ponselnya ke depan mata Jungkook dan terpampanglah gambar dirinya dengan Sowon yang tengah berangkulan.

"Itu foto diriku." Jawabnya tak acuh.

"Kau!" Hoseok menatap Jungkook tajam. "Aku tidak menyangka ternyata kau seorang player."

Jungkook menguap. "Player apasih? Toh aku hanya membantunya sampai hari Rabu." Katanya santai.

"Hah?"

"Apa?"

"Aku tidak mengerti."

Jungkook menepuk dahinya sendiri. Haruskah ia menjelaskan?

"Jadi begini, singkatnya, Sowon nuna memintaku untuk menjadi pacar pura-puranya agar mantan kekasihnya tidak mengganggunya lagi."

Hoseok membentuk huruf 'o' dengan mulutnya. "Lalu bagaimana dengan Jimin?"

Jungkook menaikkan sebelah alisnya. "Apa hubungannya dengan Jimin?"

"Kalian kan-"

"Kita sudah putus. Ingat?"

"Ah- ya aku lupa."

-

"Hey kau! Kau yang bernama Jungkook?" Seseorang tiba-tiba menghampirinya dengan marah.

Jungkook menatapnya tanpa ekspresi.

"Kau! Jawab aku! Kau kekasih pura-pura Sowon, 'kan?" Orang itu kini menunjuk Jungkook tepat diwajah. Tidak sopan. Batinnya.

Jungkook masih menatap remeh dan berusaha menulikan telinganya dari orang itu.

"Jawab aku! Apa kau bisu!?"

Tak ada jawaban.

"Sialan." Orang itu baru saja mengangkat tangannya untuk memukul Jungkook saat Sowon datang dan memeluk Jungkook.

"Kau ini kenapa, sih!?" Protes Sowon pada orang itu.

Oh- jadi ini mantan kekasih Sowon yang pernah ia ceritakan itu. Kasar dan kelihatan brengsek. Setidaknya itulah yang ada dalam pikiran Jungkook.

Ia berdehem sejenak.

"Ikut aku!" Dan dengan itu Sowon menarik orang itu pergi. Orang itu masih memberikan tatapan sengit padanya.

"Masa bodoh. Aku tidak mengenalnya." Gumam Jungkook dan beranjak pulang.

-

"Berhenti memanggilku seperti itu!" Dapat Jungkook dengar suara Jimin yang tengah memprotes seseorang.

"Dudul. Kau dudul." Seseorang di samping Jimin, mungkin temannya terus mengatakan kalimat itu.

Hey, itu kan panggilan khusus dari Jungkook untuk Jimin. How dare he!?

Jungkook dalam diam berapi-api, namun untungnya ia masih bisa menahan dirinya dan tetap berjalan lurus tanpa melirik kearah Jimin sekalipun.

Ia rindu memanggil Jimin seperti itu. Dudul. Itu panggilan yang khusus hanya Jungkook berikan kepada Jimin nya.

-

"Hyung?"

"Ya?"

Jungkook menggeleng cepat. "Aku membuat ilustrasi kita berdua." Jungkook menunjukkan buku tulisnya.

WHALIEN 52Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang