Sekolah

118 11 1
                                        



Di suatu tempat yang tidak diketahui.

"Kariel J Abraham!" Memanggil sebuah nama.

"Ada apa, Lord?" Kariel pun membalas dengan badan yang membungkuk layaknya seorang prajurit.

"Saya akan memberimu suatu misi. Mungkin ini misi yang terakhirmu jika kau lupa dengan pesanku." Jawab Sang Lord dengan tegas.

"Saya akan menerima misi itu dengan senang hati." Kariel pun membalas perkataan Sang Lord dengan cepat.

"Misi itu ada didalam surat ini. Dan pesanku adalah 'Jangan membiarkan hatimu jatuh'. Kau juga pasti sudah tahu hukuman mati yang akan saya berikan jika melanggar misi." Jawab Sang Lord.

"Saya mengerti, Lord." Kariel pun membalas dengan sopan.

----------

Well, ini adalah misi yang dikasih sama 'Lord'. Mau ga mau ya harus diterima. Lagi juga misinya sama seperti misi-misi sebelumnya.

Hari ini adalah hari pertama gue menjadi seorang murid 'lagi'. Gue tau jadi murid itu gampang, tinggal masuk, duduk, merhatiin guru, pulang. Tapi kali ini pasti rada susah dikit, karena gue harus pendekatan dengan 'Seseorang'.

Oh iya, gue sampe lupa untuk kenalin diri. Nama gue Kariel J Abraham. 'J' di nama gue itu bukan singkatan ya, emang dari sananya. Gue cowo lho. Umur gue bisa dibilang cukup muda di antara teman-teman gue yang lain. Umur gue 241 tahun. Gue udah hidup cukup lama bukan dibanding manusia lain? Ya, karena gue adalah seorang 'malaikat maut'. Ok, sudah cukup untuk perkenalan, sekarang gue lagi bingung dimana ruang kepala sekolah.

"Maaf bisa tanya sebentar?" Tanya gue ke seorang murid perempuan yang gue temui.

"Iya mau tanya apa?" Murid itu menjawab.

"Ruang Kepala Sekolah dimana ya?" Gue nanya lagi, dengan nada yang sok kenal.

"Ini nih, lurus aja, nanti belok ke kanan, lurus lagi, nanti baca aja ada bacaan 'Ruang Kepala Sekolah'." Jawab murid itu dengan senyum yang menggoda.

"Makasih ya!" Jawab gue dengan sopan. Yaiyalah sopan, orang gue masih murid baru.
Dan gue jalan seperti petunjuk dari cewe tadi, dan ketemu! Ruang Kepala Sekolah. Gue langsung ketuk pintu itu 2x. Dan ada seorang yang menjawab ketukan gue dari dalam ruangan itu.

"Iya masuk aja." Jawab seseorang didalam ruangan itu.
Dengan langkah cepat, gue membuka pintu dan juga mengucapkan salam.

"Selamat pagi." Dan gue masuk. Lansung disuruh duduk dan berbincang. Sama siapa lagi kalau bukan 'Kepala Sekolah'.

"Iya ada apa?" Jawab kepala sekolah itu dengan sopan.

"Saya anak baru, pak. Kelas saya dimana ya?" Gue nanya dengan muka yang kebingungan.

"Oh, kamu anak baru itu, Nama kamu... Kariel J Abraham, ya?" Jawab sekaligus tanya kepala sekolah itu ke gue.

"Iya pak." Gue jawab dengan senang hati.

"Jadi nanti kamu ke ruang guru aja, sekalian ketemu sama Bu Nurma. Dia guru jam pertama di kelas kamu. Ruang guru ada di sebelah ruang saya. Dan kamu kelas XI-C" Jawab kepala sekolah itu ribet.

"Makasih ya pak." Pokonya gue jawab aja.
Gue langsung keluar dari ruangan kepala sekolah dan langsung menuju ke ruang guru yang hanya 6 langkah.

"Permisi, bisa bertemu dengan Bu Nurma?" Tanya gue ke seorang guru.

"Oh, Bu Nurma? Masuk dulu aja!" Jawab guru itu dengan nada pendek ke tinggi.
Gue pun masuk dan diem jadi batu karena liat tuh guru yang terlalu banyak.

"Kenapa nyari saya?" Tanya seorang guru dengan mata yang sedikit melotot.

"Saya anak baru, Bu. Saya murid kelas XI-C." Gue menjawab dengan baik. Kayak murid yang polos bener.

"Oh, ya sudah 5 menit lagi kelas dimulai, kamu duduk di depan dulu aja, nanti kamu sekalian saya bawa ke kelas." Kata guru itu dan dengan tiba-tiba menjadi baik.

"Oke, Bu." Jawab gue.
Gue langsung keluar dari ruang guru, dan duduk di bangku deket lapangan. Ya daripada bt mendingan gue main hp.

----------

(bel berbunyi)
Gue langsung masukin hape ke kantong baju gue, dan dengan cepat ada guru yang manggil gue.

"Eh kamu, ayo ikut saya ke kelas." Pinta guru itu.

"Oke Bu." Jawab gue.
Gue pun jalan ke kelas gue yang ada di lantai 2, sama siapa lagi kalo bukan sama Bu Nurma. Dan sesampai di kelas, kelas itu berisiknya minta ampun. Tapi saat Bu Nurma masuk, semua mendadak diam kayak ada setan yang masuk ke kelas.

"Selamat Pagi anak-anak!" Kata Bu Nurma.

"Selamat Pagi, Bu!" Jawab anak-anak dengan kompak.

"Hari ini kalian kedatangan murid baru, silahkan perkenalkan diri kamu!" Kata Bu Nurma yang berbicara dengan murid sekaligus bicara dengan gue.

"Halo, nama gue Kariel J Abraham." Jawab gue dengan singkat. Singkat banget malah.

"Sudah gitu aja? Ya udah. Kamu duduk di... nah di sebelah Safira!" Kata Bu Nurma.
Gue langsung melangkahkan kaki menuju ke tempat duduk gue. 'Oh, jadi dia yang namanya Safira, cepet juga ketemunya' kata gue dalam hati.

Terima kasih ya udah sempet baca cerita gaje w ini. Ini gua buat cerita mumpung ada ide aja. Lagi juga ini cerita pertama gua, jadi pasti masih ada banyak malahan salahnya. Votmennya jan lupa ya. Yaudah dah.

Oh, LordWhere stories live. Discover now