Part 12

1.2K 85 2
                                    


Krystal teringat akan kenangannya bersama Sehun. Ia tersenyum kecut, mengingat itu semua. Tanpa ia sadari sudah ada seorang lelaki yang menggunakan setelan jas kerja duduk di sampingnya, Krystal sama sekali tidak tau.

"Memikirkanku?"


Krystal POV


Aku bingung harus memihak siapa jika seperti ini akhir dari cerita ini. Apa aku terlalu kasar padanya? Mengapa aku harus mengatakan itu padanya? Oh God! Aku benar-benar tidak bisa berpikir jernih lagi sekarang.

"Memikirkanku?" Suara berat laki-laki menyadarkanku dari lamunan, dan langsung aku menolehkan kepalaku ke samping kananku. Benar-benar tak bisa diduga. 

"Kau lucu sekali saat terkejut" laki-laki itu berkata sembari tertawa kecil

"Sejak kapan kau di sini?" Aku langsung menembaknya dengan sebuah pertanyaan, dan membuatnya langsung menghentikan tawanya.

"Sejak kau melamun memikirkanku." jawab laki-laki berkulit tan itu dengan santainya

"Bagaimana kau bisa tahu aku di sini? Apa jangan jangan kau mengikutiku?" tanyaku penuh selidik padanya, sedangkan dia tetap saja bergaya santai, seakan-akan kami hanya berbincang biasa.

"Ya" Hanya itu jawabannya? Dan apa maksud dari raut muka itu? Santai seperti tidak terjadi apa-apa. Dasar laki-laki aneh!

Karena malas untuk terus melanjutkan perbincangan ini, aku memutuskan untuk tidak bicara apa-apa lagi. Kami terkurung dalam diam. Tak ada yang bersuara, sampai akhirnya lelaki yang berpakaian seragam dokter itu keluar dari ruang priksa yang berada tepat di depanku.

"Bagaimana keadaannya, dok?" tanyaku, sembari bangkit berdiri kemudian menghampiri sang dokter di depan pintu itu.

"Dia hanya butuh istirahat dan juga dia tak mengalami luka parah, Krystal Jung." 'bagaimana dokter itu bisa tau namaku? bahkan aku saja tidak mengenalnya'

"Ba-bagaimana anda tau namaku?" aku menanyakannya dengan wajah kebingungnganku.

"Dari orang yang ada dibelakangmu" ujar dokter itu sambil mengarahkan pandangannya ke belakangku.

"Apa kabar Kim Jongin?" aku langsung memiringkan kepalaku ketika mendapati orang yang baru saja di ajak bicara oleh dokter ini ada di sampingku dengan senyumnya yang sumringah.

"Seperti yang kau lihat, Park Chanyeol. Bagaimana denganmu?" 

'apa mereka saling mengenal?'

"Aku selalu baik" ujar sang dokter yang namanya disebutkan oleh Kai tadi, Park Chanyeol.

"Jadi, apa ini wanita yang sudah membuatmu sempat putus asa itu? Sampai meminta obat tidur padaku, karena kau tak bisa tidur?" ucapan Dokter Park itu membuatku tertegun.

'apa maksud dari semua ini?' batinku. 

Aku tetap memilih untuk diam dan mendengar mereka bicara.

"Kau mengatakannya langsung di depannya, bodoh!" kali ini dapat kulihat Kai memalingkan wajahnya ke arah lain.

"Ah. maafkan aku. Aku benar-benar tidak sengaja. Aku pergi dulu." Sebelum pergi aku bisa melihat sang dokter menepuk bahu Kai 2 kali.

"Awas saja kau!" Kai sedikit berteriak sembari menatap tubuh pria jangkung itu.


"Apa kau tidak mau masuk untuk melihat keadaan kekasihmu itu?" Pertanyaan yang dilontarkan Kai membuat ku langsung tersadar.

"Tentu saja aku harus masuk." jawabku pasti, Kai tiba tiba saja berjalan mendahuluiku, namun tangannya masih setia untuk menggandengku yang ada dibelakangnya. Aku tersenyum tipis, dan entahlah apa pipiku terlihat merah sekarang?



o0o


Author POV


"Oppa, maafkan aku. Karena ku, kau jadi begini" Krystal meratapi kondisi Minho yang tengah terpejam belum sadar dari tidurnya, dengan tangan yang diinfus membuat Krystal semakin tak tega melihatnya.

"Apa kau menyayanginya?" Tanya Kai yang berdiri di sampingku.

"Ya, aku sangat menyayanginnya." Krystal menjawab dengan nada tegas, nampak raut kekecewaan terpancar di wajah tampan Kai.

"Aku sangat menyayanginya, aku nyaman saat bersamanya, tapi aku tidak bisa mencintainya" lanjut Krystal sembari menatap Kai dengan penuh harap, entah apa yang diharapkan Krystal pada Kai.

"Lalu siapa lelaki beruntung yang kau cintai?" Kai kini membalas menatap Krystal dengan tajam, dengan tangan yang ia masukkan ke dalam saku celananya, seakan menanti jawaban.

Belum sempat Krystal menjawab, terdengar suara desahan pelan dari Minho, Krystal juga melihat Minho mulai membuka matanya perlahan. Kai dengan segera langsung memanggil dokter/suster untuk mengecek kondisi Minho.

"Jung.." lirih Minho, membuat Krystal lansung mengenggam tangannya

Kai yang tidak sengaja melihat kejadian itu, tanpa berpikir panjang langsung berlari keluar meninggalkan mereka berdua dalam ruangan itu.

"Kejar Jongin, aku tau kau mencintainya" Minho berucap dengan pasti.



Wah, di chapter ini emang agak pendek. Tapi di sini juga bakal jadi munculnya Kaistal Moment di chapter-chapter berikutnya. Makasih udah baca, jangan lupa vote sama commentnya yaaa^^ gomawoo~~ 

Love is Hurt (Kai Krystal/KAISTAL)Where stories live. Discover now